<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hianoto Santoso &#8211; Hianoto</title>
	<atom:link href="https://hianoto.net/author/hian/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hianoto.net</link>
	<description>Manage IT Team Better and Provide Excellent IT Service</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Oct 2020 01:06:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>Serangan Besar-besaran CryptoJacking ke Router MikroTik</title>
		<link>https://hianoto.net/serangan-besar-besaran-cryptojacking-ke-router-mikrotik.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/serangan-besar-besaran-cryptojacking-ke-router-mikrotik.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2018 07:29:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[IT Security]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=199</guid>

					<description><![CDATA[Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa&#160;MikroTik&#160;adalah produk network (Router/AP) paling favorit dan paling banyak dipergunakan di Indonesia. Selain karena murah harganya, juga karena kualitas produk yang terhitung sangat baik dan handal untuk dipakai. Tidaklah mengherankan jika Anda ternyata merupakan pengguna MikroTik, walau tanpa Anda sadari, misalnya untuk perangkat WiFi ataupun Internet Anda di kantor ataupun di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa&nbsp;<a href="https://mikrotik.com/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">MikroTik</a>&nbsp;adalah produk network (Router/AP) paling favorit dan paling banyak dipergunakan di Indonesia. Selain karena murah harganya, juga karena kualitas produk yang terhitung sangat baik dan handal untuk dipakai. Tidaklah mengherankan jika Anda ternyata merupakan pengguna MikroTik, walau tanpa Anda sadari, misalnya untuk perangkat WiFi ataupun Internet Anda di kantor ataupun di rumah. Oleh karenanya, perlu membaca artikel ini secara lebih mendetail.</p>



<p>Baru-baru ini muncul&nbsp;<a href="https://www.trustwave.com/Resources/SpiderLabs-Blog/Mass-MikroTik-Router-Infection-%E2%80%93-First-we-cryptojack-Brazil,-then-we-take-the-World-/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">serangan CryptoJacking besar-besaran yang menargetkan router MikroTik</a>, sebagaimana yang ditulis oleh Simon Kenin, seorang peneliti dari Trustwave, pada tgl 31 Juli 2018 yang lalu. Simon Kenin mengamati adanya lonjakan tinggi CoinHive di Brazil yang semuanya melibatkan perangkat MikroTik. Lebih anehnya lagi, semua perangkat MikroTik tersebut menggunakan sitekey CoinHive yang sama, artinya mereka dikendalikan oleh 1 pihak saja dan digunakan untuk menambang virtual currency dari 1 pihak tertentu itu saja.</p>



<p>Notes: CoinHive adalah semacam software yang digunakan untuk “meminjam” kekuatan CPU para pengunjung website secara temporer untuk menambang virtual currency Monero.</p>



<p>Ternyata serangan ini mengeksploitasi kerentanan lama di Winbox utk MikroTik, yaitu&nbsp;<a href="https://nvd.nist.gov/vuln/detail/CVE-2018-14847" target="_blank" rel="noreferrer noopener">CVE-2018-14847</a>&nbsp;yang sebenarnya juga telah langsung ditutup kelemahannya oleh pihak MikroTik dalam 1 hari saja, pada bulan April 2018. Jadi bilamana Anda masih menggunakan RouterOS versi 6.42, maka Anda rentan terhadap penyerangan ini.</p>



<p>Jika terkena serangan CryptoJacking ini, apa efeknya?</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Konsumsi bandwidth Internet akan meningkat tajam, karena proses penambangan virtual currency selalu bekerja tanpa Anda ketahui/sadari</li><li>Akses Internet akan dirasa lebih lambat, dan bisa saja mengganggu kinerja para pengguna</li><li>Konsumsi processor pada komputer yang terkena akan meningkat, karena processor dipaksa bekerja untuk proses penambangan</li></ol>



<p>Bagaimana cara mengatasinya? Segera upgrade RouterOS MikroTik Anda!</p>



<p>Kiranya bermanfaat.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/serangan-besar-besaran-cryptojacking-ke-router-mikrotik.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Insights from MasterChef Australia Season 9</title>
		<link>https://hianoto.net/insights-from-masterchef-australia-season-9.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/insights-from-masterchef-australia-season-9.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jun 2017 03:09:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=193</guid>

					<description><![CDATA[Barusan selesai menonton&#160;MasterChef Australia S9&#160;Episode 7, di mana terjadi&#160;Elimination Test&#160;antara Pete Morgan, Lee Behan, dan Ray Silva, yang merupakan 3 peserta terbawah dari kompetisi sebelumnya. Elimination Test&#160;kali ini begitu spesial, karena tidak ada resep yang dibagikan, tidak ada masakan untuk dicoba rasanya dan dilihat cara&#160;plating-nya. Ketiga peserta harus mengikuti semua yang dilakukan Gary Mehigan, juri [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Barusan selesai menonton&nbsp;<strong>MasterChef Australia S9</strong>&nbsp;Episode 7, di mana terjadi&nbsp;<em>Elimination Test</em>&nbsp;antara Pete Morgan, Lee Behan, dan Ray Silva, yang merupakan 3 peserta terbawah dari kompetisi sebelumnya.</p>



<p><em>Elimination Test</em>&nbsp;kali ini begitu spesial, karena tidak ada resep yang dibagikan, tidak ada masakan untuk dicoba rasanya dan dilihat cara&nbsp;<em>plating</em>-nya. Ketiga peserta harus mengikuti semua yang dilakukan Gary Mehigan, juri tetap dalam MasterChef yang sekaligus juga seorang Master Chef yang luar biasa, dalam memasak Roasted Chicken dish with Peas and Potatoes.. Langkah demi langkah.. Dan lebih gilanya lagi, para peserta hanya memiliki waktu 10 detik untuk membereskan masakannya setelah Gary selesai memasak.</p>



<p>Pada awalnya, terlihat Ray begitu kepontal-pontal (baca: jungkir balik tertinggal) dalam mengikuti Gary. Padahal saya lihat bahwa Gary sudah memperlambat kecepatan kerjanya untuk memberikan kesempatan para peserta melihat langkah kerjanya.</p>



<p>Begitu banyak kesalahan yang dilakukan Ray, mulai dari kulit ayam yang gosong, menaruh cream terlalu banyak (150 ml dari yang seharusnya 50 ml) di custard sehingga otomatis custard-nya terlalu encer dan tidak bisa dibentuk, hingga fondant potato-nya juga garing. Bahkan sempat masakannya terbakar dan dia harus membuang masakan, membersihkan wajan, dan mengulanginya kembali, sementara Gary masih terus melanjutkan memasak.</p>



<p>Saat menonton sederetan kesalahan ini, saya menebak bahwa tidak bisa tidak, Ray pasti bakal tersingkir dalam&nbsp;<em>Elimination Test</em>&nbsp;kali ini.</p>



<p>Namun mendekati akhir waktu memasak, ada sebuah kejutan terjadi. Lee, yang selama ini bisa mengikuti Gary dengan cukup baik, ternyata ayamnya&nbsp;<em>under-cooked</em>&nbsp;alias kurang matang. Sebenarnya tersamar, karena potongan daging ayam tersebut kena genangan saus, namun George melihatnya saat membagikan masakan peserta ke 3 piring kecil seperti biasa. Dagingnya terletak di dada bagian bawah, persis di dekat tulang. Warna dagingnya masih merah jambu, dan jelas peraturan di MasterChef, peserta yang masakannya&nbsp;<em>under-cooked</em>&nbsp;pasti tereliminasi karena sangatlah fatal kesalahannya.</p>



<p>Saya mendapatkan insight, bahwa tatkala kita merasa terpuruk, tertinggal dibandingkan orang-orang lain, pekerjaan kurang memuaskan, namun selama kita terus bekerja keras mengejar ketertinggalan,&nbsp;<strong>suatu keajaiban mungkin saja bisa terjadi</strong>.</p>



<p>Namun jika kita berpuas diri dan tidak berhati-hati,&nbsp;<strong>keberhasilan di depan mata bisa saja dirampas</strong>.</p>



<p>Oleh karenanya, tetaplah bekerja keras dengan sepenuh hati! Jangan mudah berpuas diri dan terus tingkatkan kompetensi diri.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/insights-from-masterchef-australia-season-9.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>WannaCry/WannaCrypt Ransomware</title>
		<link>https://hianoto.net/wannacry-wannacrypt-ransomware.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/wannacry-wannacrypt-ransomware.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 May 2017 05:21:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Information Technology]]></category>
		<category><![CDATA[IT Security]]></category>
		<category><![CDATA[Ransomware]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=186</guid>

					<description><![CDATA[Sejak hari Jumat lalu, tanggal&#160;12 May 2017, dunia dikejutkan dengan adanya&#160;Ransomware&#160;baru yang sedang menyebar luas dengan sangat cepat, dinamai&#160;WannaCry&#160;atau&#160;WannaCrypt.&#160;Ransomware&#160;ini menyerang lebih dari 100 ribu komputer di hampir 100 negara. Penyebarannya dilakukan melalui beberapa media, yaitu&#160;email attachment&#160;dan&#160;script&#160;di website. Selain itu, yang menyebabkan WannaCry bisa menyebar sangat cepat, adalah karena dia memanfaatkan lubang keamanan SMB di Windows. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak hari Jumat lalu, tanggal&nbsp;12 May 2017, dunia dikejutkan dengan adanya&nbsp;<em>Ransomware</em>&nbsp;baru yang sedang menyebar luas dengan sangat cepat, dinamai&nbsp;<strong>WannaCry</strong>&nbsp;atau&nbsp;<strong>WannaCrypt</strong>.&nbsp;<em>Ransomware</em>&nbsp;ini menyerang lebih dari 100 ribu komputer di hampir 100 negara.</p>



<p>Penyebarannya dilakukan melalui beberapa media, yaitu&nbsp;<em>email attachment</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>script</em>&nbsp;di website. Selain itu, yang menyebabkan WannaCry bisa menyebar sangat cepat, adalah karena dia memanfaatkan lubang keamanan SMB di Windows.</p>



<p>Tatkala komputer kita terinfeksi <em>Ransomware</em> ini, maka WannaCry akan melakukan enkripsi pada data di harddisk (misalnya file Microsoft Word, Excel, PowerPoint, Visio, Outlook, file source code program dan database, file Virtual Machine, file gambar dan video, dll) dan selanjutnya menampilkan layar sebagai berikut:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="867" height="660" src="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware.jpg" alt="" class="wp-image-188" srcset="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware.jpg 867w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-300x228.jpg 300w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-768x585.jpg 768w" sizes="(max-width: 867px) 100vw, 867px" /></figure>



<p>Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, kita harus melakukan beberapa hal berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Meng-install patch di&nbsp;<a href="https://technet.microsoft.com/library/security/MS17-010">Microsoft Security Bulletin MS17-010</a>. Apabila kita menggunakan Windows yang telah berakhir masa dukungannya (end of support), maka kita bisa download patch-nya di&nbsp;<a href="http://www.catalog.update.microsoft.com/Search.aspx?q=KB4012598">http://www.catalog.update.microsoft.com/Search.aspx?q=KB4012598</a>.</li><li>Mem-blokir traffic SMB ports (UDP 137, 138 dan TCP 139, 445) dan/atau menonaktifkan SMBv1 sesuai dengan artikel di&nbsp;<a href="https://support.microsoft.com/en-us/help/2696547">https://support.microsoft.com/en-us/help/2696547</a>.</li></ul>



<p><em>Best practices</em>&nbsp;untuk mencegah serangan&nbsp;<em>ransomware</em>&nbsp;di antaranya adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Melakukan&nbsp;<em>backup</em>&nbsp;data secara teratur, gunakan penyimpanan&nbsp;<em>backup</em>&nbsp;yang terpisah dan disimpan secara&nbsp;<em>offline</em></li><li>Menggunakan antivirus yang baik, serta melakukan&nbsp;<em>update</em>&nbsp;antivirus secara berkala setiap hari</li><li>Menggunakan personal firewall yang dikonfigurasi dengan baik untuk mengamankan komputer kita</li><li>Melakukan&nbsp;<em>update</em>&nbsp;untuk Operating System dan aplikasi yang terpasang</li><li>Menggunakan logika pemikiran yang lebih berhati-hati, dengan tidak membuka&nbsp;<em>attachment email</em>&nbsp;sembarangan (walaupun dikirim dari orang-orang yang Anda kenal secara pribadi), tidak membuka link URL dalam email ataupun&nbsp;<em>broadcast</em>WhatsApp/Telegram/Line/Facebook/social media lainnya sebelum menganalisa apakah URL tersebut menggunakan domain yang kredibel dan sesuai konteks atau tidak</li><li>Melakukan virus scanning secara mendalam, sebelum menggunakan external harddisk, USB flashdisk, memory card, ataupun media penyimpanan data lainnya</li></ul>



<p>Bagi yang tertarik mengetahui lebih detil, Anda bisa melihat diagram alur eksekusi di bawah ini, dengan pembahasan di <a href="https://www.endgame.com/blog/wcrywanacry-ransomware-technical-analysis">https://www.endgame.com/blog/wcrywanacry-ransomware-technical-analysis</a>:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="562" height="1024" src="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-execution-flow-562x1024.png" alt="" class="wp-image-189" srcset="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-execution-flow-562x1024.png 562w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-execution-flow-165x300.png 165w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-execution-flow.png 659w" sizes="(max-width: 562px) 100vw, 562px" /></figure>



<p>Hati-hati, di beberapa media diutarakan bahwa Ransomware WannaCry ini sudah dilumpuhkan dengan adanya tindakan seorang ahli keamanan di <a href="https://www.malwaretech.com/2017/05/how-to-accidentally-stop-a-global-cyber-attacks.html">MalwareTech yang mendaftarkan sebuah domain sebagai kill switch</a> yang menyebabkan WannaCry ini tidak lagi melakukan aksinya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="886" height="388" src="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-kill-switch.jpg" alt="" class="wp-image-190" srcset="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-kill-switch.jpg 886w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-kill-switch-300x131.jpg 300w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/wannacry-ransomware-kill-switch-768x336.jpg 768w" sizes="(max-width: 886px) 100vw, 886px" /></figure>



<p>Jadi, tatkala WannaCry berhasil connect ke domain tersebut (yang versi 1 adalah iuqerfsodp9ifjaposdfjhgosurijfaewrwergwea.com dan ada varian lain yaitu ifferfsodp9ifjaposdfjhgosurijfaewrwergwea.com), maka justru WannaCry tidak akan melakukan apapun. Namun, jika&nbsp;<strong>tidak berhasil connect</strong>, WannaCry akan&nbsp;<strong>memicu dirinya untuk beraksi</strong>&nbsp;(lihat fungsi detonate() dipanggil dalam source code di atas)</p>



<p>Hati-hati, jangan lengah atas informasi kedua domain sudah diamankan karena untuk versi dan varian lain, metode&nbsp;<em>kill switch</em>&nbsp;ini sudah dipastikan tidak lagi digunakan.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/wannacry-wannacrypt-ransomware.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Happy New Year 2017</title>
		<link>https://hianoto.net/happy-new-year-2017.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/happy-new-year-2017.html#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2017 00:01:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=182</guid>

					<description><![CDATA[Happy New Year 2017! Kiranya seluruh berkat dan anugerah mengalir deras ke dalam kehidupan kita semua. Semakin sukses, semakin berbahagia, semakin berdampak positif, semakin sehat. Amin. Tahun baru kebanyakan dirayakan secara meriah di berbagai penjuru dunia. Tidak sedikit orang merogoh kocek dalam-dalam dan rela membuang uang untuk merayakan tahun baru dengan meriah, baik pesta&#160;Old and [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Happy New Year 2017! Kiranya seluruh berkat dan anugerah mengalir deras ke dalam kehidupan kita semua. Semakin sukses, semakin berbahagia, semakin berdampak positif, semakin sehat. Amin.</p>



<p>Tahun baru kebanyakan dirayakan secara meriah di berbagai penjuru dunia. Tidak sedikit orang merogoh kocek dalam-dalam dan rela membuang uang untuk merayakan tahun baru dengan meriah, baik pesta&nbsp;<em>Old and New</em>&nbsp;di hotel berbintang maupun restoran terkemuka. Banyak pula orang yang memilih untuk pergi berwisata keluar negeri atau keluar kota, dengan aneka kemeriahannya.</p>



<p>Bagi yang memilih merayakan tahun baru dengan pesta&nbsp;<em>Old and New</em>, pastilah sibuk mencari berbagai referensi dan penawaran. “Wah, di hotel X ada artis Anu dan Anu, pasti meriah!” “Eiit, tapi di hotel Y, ada pertunjukan sulap dari si Anu lho, keren banget khan!” “Duh jangan salah, hotel Z menyajikan menu Hati Angsa, Caviaar, dan Abalone lho, sungguh menu langka bukan? Apalagi denger-denger menu makanan dan minuman dipersiapkan oleh ahli kuliner Anu lho, juga ahli wine si Anu”</p>



<p>Sebaliknya, bagi yang lebih suka melewatkan tahun baru dengan berwisata, sudah menyusun acara dengan lengkap. “<em>New Year Eve</em>&nbsp;ada parade di Orchard lho” “Tapi pesta kembang api di London keren banget!” “Mana lagi yang lebih romantis ketimbang berciuman di Menara Eiffel sembari melihat kembang api tahun baru?”</p>



<p>Apapun pilihan mereka, baik pesta&nbsp;<em>Old and New</em>&nbsp;maupun berwisata, mereka punya suatu kesamaan, yaitu melakukan perencanaan dengan matang agar acara perayaan tahun baru tersebut berlangsung dengan menakjubkan dan penuh keceriaan.</p>



<p>Nah bila untuk suatu acara perayaan tahun baru yang berdurasi sekitar 3-4 jam saja, kita rela melakukan perencanaan matang berjam-jam, bahkan berhari-hari; dengan biaya ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Atau liburan tahun baru selama 3 hari 2 malam, kita merogoh kocek sebesar puluhan hingga ratusan juta. Pertanyaannya, apakah kita sudah melakukan perencanaan matang untuk kehidupan kita yang notabene berlipat-lipat jauh lebih penting?</p>



<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>Penentuan tujuan dan perencanaan merupakan dua hal yang sangatlah penting!</em></p></blockquote></figure>



<p>Bayangkan tatkala kita naik sebuah taksi, lalu saat sopir taksi bertanya “Selamat pagi Pak, mau diantar ke mana?” dan kita menjawab “Terserah Bapak deh, saya tidak tahu mau ke mana”, maka ada 3 kemungkinan reaksi sopir taksi tersebut:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Sopir taksi tersebut akan meminta kita turun dari taksinya karena kita dianggap orang gila</li><li>Sopir taksi akan menjalankan taksinya dengan perlahan sembari berharap kita bisa memutuskan tempat tujuan mana yang akan dituju</li><li>Sopir taksi yang cerdas akan bertanya berapa banyak uang yang kita bawa, lalu membawa kita berputar-putar hingga argo menunjukkan angka mendekati jumlah uang tersebut</li></ol>



<p>Hahaha, walau cerita di atas terlihat konyol, namun bayangkan apa yang terjadi jika kita tidak memiliki tujuan yang ingin dicapai. Pikiran kita akan menjadi bingung dan kita hanya menjalani hari lepas hari begitu-begitu saja, tanpa ada pencapaian prestasi yang menonjol. Kita menjadi terbiasa melakukan tugas dan pekerjaan dengan ala kadarnya, hidup hanya sekedar mengalir. Lama kelamaan, seluruh potensi diri terkubur dan kita menjadi manusia di bawah garis, yang hanya bisa mengeluh kenapa hidup ini membosankan dan begitu susah dengan segudang masalah.</p>



<p>Marilah kita berpikir ulang tentang goal yang akan dicapai dalam tahun 2017 ini, lalu memusatkan seluruh energi, pikiran, dan upaya terbaik untuk perencanaan pencapaian goal tersebut.</p>



<p>Dalam beberapa artikel mendatang, saya akan membahas lebih jauh tentang Goal Setting dan strategi eksekusi untuk mencapai Goal yang kita tetapkan.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/happy-new-year-2017.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Review dan Implementasi 4DX (4 Disciplines of Execution)</title>
		<link>https://hianoto.net/review-dan-implementasi-4dx-4-disciplines-of-execution.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/review-dan-implementasi-4dx-4-disciplines-of-execution.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2016 01:00:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=177</guid>

					<description><![CDATA[Execution is a specific set of behaviors and techniques that companies need to master in order to have competitive advantage. It’s a discipline of its own. Ram Charan and Larry Bossidy, Execution 4 Disciplines of Execution&#160;jelas merupakan suatu strategi yang sungguh keren untuk mengeksekusi suatu rencana menjadi hasil nyata. Setelah membaca ke empat artikel yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>Execution is a specific set of behaviors and techniques that companies need to master in order to have competitive advantage. It’s a discipline of its own.</em></p><cite><em>Ram Charan and Larry Bossidy, Execution</em></cite></blockquote></figure>



<p><strong>4 Disciplines of Execution</strong>&nbsp;jelas merupakan suatu strategi yang sungguh keren untuk mengeksekusi suatu rencana menjadi hasil nyata. Setelah membaca ke empat artikel yang lalu, mari kita&nbsp;<em>review</em>&nbsp;ulang satu-per-satu agar menjadi semakin mengerti.</p>



<p>Pertama, kita harus mengerti benar&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;apa yang kita inginkan.&nbsp;<em>Goal</em>&nbsp;tersebut haruslah yang benar-benar penting. Uji&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;tersebut dengan bertanya kepada diri sendiri, bila&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;ini gagal dicapai, apa yang terjadi dan seberapa besar&nbsp;<em>impact</em>-nya? Bila ternyata&nbsp;<em>impact</em>-nya ternyata biasa-biasa saja, maka artinya&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;tersebut belum benar-benar penting. Lakukan pengujian terus menerus, hingga kita mendapatkan&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;yang luar biasa penting tersebut, atau yang disebut dengan&nbsp;<a href="https://hianoto.net/4dx-disiplin-1-fokus-pada-wildly-important-goals.html">Wildly Important Goal (WIG)</a>.</p>



<p>Perjelas WIG tadi dengan menggunakan format “<strong>From X To Y By When</strong>“, sehingga nyata jelas posisi kita sekarang di mana (X), target pencapaian (Y), dan tenggat waktu kapan Y akan kita capai (When). Gunakan penilaian yang kuantitatif, sehingga kita bisa tahu cara mengukurnya secara&nbsp;<em>standard</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>objective</em>, serta&nbsp;apakah kita sudah mencapai tujuan tersebut atau belum.</p>



<p>Pastikan kita hanya memiliki 1-2 WIG saja, mengingat prinsip&nbsp;<strong>The Law of Diminishing Return</strong>&nbsp;yang pada intinya mengingatkan bahwa semakin banyak&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;yang kita kejar, semakin sedikit pula hasil yang kita capai.</p>



<p>Kedua, kita harus&nbsp;<a href="https://hianoto.net/4dx-disiplin-2-bertindak-pada-lead-measures.html">fokus pada Lead Measures</a>, bukannya&nbsp;<em>Lag Measures</em>.</p>



<p>Selama ini, kebanyakan orang (termasuk saya) lebih tertarik fokus pada&nbsp;<em>Lag Measures</em>, yaitu pengukuran hasil yang dikejar. Padahal pengukuran ini jelas-jelas memiliki kelemahan besar, yaitu mengukur hasil masa lalu alias&nbsp;<em>kasep</em>&nbsp;(bahasa Jawa) atau sudah terlanjur.</p>



<p>Jadi, alih-alih menggunakan Lag Measures, kita harus fokus ke&nbsp;<strong>Lead Measures</strong>&nbsp;yaitu upaya apa saja yang harus dilakukan untuk dapat mencapai hasil yang kita inginkan. Terlihat di sini bahwa&nbsp;<em>Lead Measures</em>&nbsp;bersifat&nbsp;<strong>terprediksi</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>dapat dipengaruhi</strong>.</p>



<p>Ketiga, setelah memiliki WIG yang sangat jelas dan&nbsp;<em>Lead Measures</em>&nbsp;untuk mencapai WIG, tiba saatnya kita menggunakan&nbsp;<a href="https://hianoto.net/4dx-disiplin-3-gunakan-scoreboard-yang-memotivasi.html">Scoreboard yang memotivasi</a>&nbsp;semua anggota team.</p>



<p>Pastikan&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;kita sederhana, mudah dilihat dan dimengerti, sebaiknya menunjukkan&nbsp;<em>Lead</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>Lag Measures</em>, dan semua anggota team memiliki rasa memiliki atas WIG dan&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;tersebut.</p>



<p>Keempat, pada tahap ini semuanya sudah lengkap, tinggal masalah&nbsp;<a href="https://hianoto.net/4dx-disiplin-4-menciptakan-irama-accountability.html">menciptakan irama Akuntabilitas</a>&nbsp;saja, artinya memastikan setiap anggota team berkomitmen melakukan dan menyelesaikan tugasnya masing-masing dengan baik (<em>accountable</em>), sehingga tatkala seluruh&nbsp;<em>Lead Measures</em>&nbsp;tercapai, kita harapkan WIG bakal tercapai pula sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.</p>



<p>Agar tidak menjadi penghakiman dan pengadilan, maka tahap ini menggunakan WIG&nbsp;<em>session</em>, di mana masing-masing anggota&nbsp;<em>team</em>&nbsp;melaporkan hasil komitmen minggu sebelumnya, berikut dengan pencapaiannya; lalu me-<em>review scoreboard</em>&nbsp;yang ada, dan diakhiri dengan pendeklarasian komitmen untuk minggu berikutnya.</p>



<p>Kita telah membahas dan mempelajari 4DX dalam waktu 5 hari berturut-turut. Anda telah memiliki pengetahuan yang lebih dari cukup untuk memulai implementasi 4DX di lingkungan Anda.</p>



<p>Pertanyaan terpenting selanjutnya, kapan Anda akan mulai mengimplementasikan 4DX?</p>



<p>Tuliskan pertanyaan-pertanyaan Anda sehubungan dengan implementasi 4DX pada isian komentar di bawah ini dan kita saling belajar atas pertanyaan Anda. Juga bagi yang sukses mengimplementasikan, mohon kirimkan pengalaman sukses Anda terkait&nbsp;<em>project</em>&nbsp;4DX melalui halaman Contact (catatan: bilamana ada yang&nbsp;<em>confidential</em>, silakan menulis apa yang bisa di-<em>share</em>&nbsp;secara umum saja).</p>



<p>Terimakasih atas partisipasi aktif Anda semua.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/review-dan-implementasi-4dx-4-disciplines-of-execution.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>13</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4DX Disiplin #4: Menciptakan Irama Accountability</title>
		<link>https://hianoto.net/4dx-disiplin-4-menciptakan-irama-accountability.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/4dx-disiplin-4-menciptakan-irama-accountability.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2016 01:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=171</guid>

					<description><![CDATA[Productivity is never an accident. It is always the result of a commitment to excellence, intelligent planning, and focused effort. Paul J. Meyer Masih ingat tatkala kita bersama team baru saja melaksanakan rapat menentukan perencanaan&#160;dan target kerja? Minggu pertama, minggu ke dua, minggu ke tiga. Kita masih rajin untuk melaporkan hasil progress (baca:&#160;lead&#160;dan&#160;lag measures) di&#160;scoreboard&#160;kita. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>Productivity is never an accident. It is always the result of a commitment to excellence, intelligent planning, and focused effort.</em></p><cite>Paul J. Meyer</cite></blockquote></figure>



<p>Masih ingat tatkala kita bersama team baru saja melaksanakan rapat menentukan perencanaan&nbsp;dan target kerja? Minggu pertama, minggu ke dua, minggu ke tiga. Kita masih rajin untuk melaporkan hasil progress (baca:&nbsp;<em>lead</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>lag measures</em>) di&nbsp;<em>scoreboard</em>&nbsp;kita.</p>



<p>Lalu apa yang terjadi di minggu-minggu berikutnya?</p>



<p>Kita bahkan sudah mulai bosan dan sungkan untuk menanyakan hasil pelaksanaan&nbsp;<em>lead measures</em>&nbsp;ke anggota&nbsp;<em>team</em>&nbsp;lain, karena selalu mendapatkan jawaban yang sama: tersenyum tipis dan gelengan kepala.</p>



<p>Nah di sini lah letak pentingnya disiplin ke-4:&nbsp;<strong>Menciptakan Irama Accountability</strong>.</p>



<p>4DX mengharuskan kita melakukan WIG&nbsp;<em>session</em>, dengan satu tujuan: membuat&nbsp;<em>team</em>&nbsp;fokus kembali ke WIG walaupun ada sekian banyak kesibukan (<em>whirlwind</em>) yang melanda setiap harinya. WIG&nbsp;<em>session</em>&nbsp;seharusnya diadakan secara teratur, minimal seminggu sekali atau lebih sering.</p>



<p>Agenda WIG&nbsp;<em>session</em>&nbsp;dimulai dengan&nbsp;<strong>masing-masing&nbsp;anggota team melaporkan hasil komitmen minggu lalu berikut hasil pencapaiannya</strong>.</p>



<p>Lalu WIG&nbsp;<em>session</em>&nbsp;dilanjutkan dengan&nbsp;<strong>melakukan review atas scoreboard yang ada</strong>.</p>



<p>Di sini,&nbsp;sang&nbsp;<em>Leader</em>&nbsp;harus jeli dalam tahap melakukan&nbsp;<em>review</em>. Usahakan&nbsp;sedapat mungkin, seluruh anggota&nbsp;<em>team</em>&nbsp;memperoleh pembelajaran tentang bagaimana mengulangi dan memperbesar keberhasilan yang dicapai; serta bagaimana menghindari kegagalan yang terjadi minggu sebelumnya. Juga gunakan kesempatan ini untuk merayakan keberhasilan atau pencapaian kecil yang berhasil didapat, untuk memompa semangat semua anggota&nbsp;<em>team</em>.</p>



<p>Dan WIG session&nbsp;diakhiri dengan&nbsp;<strong>masing-masing anggota team menyatakan komitmennya untuk minggu berikutnya</strong>. Sang&nbsp;<em>Leader</em>&nbsp;bisa membantu anggota&nbsp;<em>team</em>&nbsp;untuk memilah-milah komitmen mana yang akan memberikan&nbsp;<em>impact</em>&nbsp;terbesar bagi pencapaian WIG.</p>



<p>Kunci keberhasilan WIG session adalah:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Tetapkan jadwal yang teratur dan konsisten</li><li>Jagalah agar durasi WIG&nbsp;<em>session</em>&nbsp;tetap singkat (maksimal 20-30 menit)</li><li>Sebagai&nbsp;<em>Leader</em>, berikan contoh dengan langsung melaporkan komitmen dan pencapaian kita</li><li>Perbaharui&nbsp;<em>scoreboard</em></li><li>Rayakan keberhasilan mencapai komitmen</li><li>Bagikan&nbsp;<em>review</em>&nbsp;tentang apa yang membuat berhasil dan yang gagal</li><li>Jangan biarkan&nbsp;<em>whirlwind</em>&nbsp;mengacaukan 4DX kita</li><li>Tetap lakukan&nbsp;<em>lead measures</em>&nbsp;walaupun&nbsp;<em>whirlwind</em>&nbsp;sedang deras-derasnya</li></ul>



<p>Di artikel ini kita telah belajar bersama tentang WIG session:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Apa itu WIG&nbsp;<em>session</em></li><li>3 agenda yang dibahas di tiap WIG&nbsp;<em>session</em></li><li>Kunci keberhasilan menyelenggarakan WIG&nbsp;<em>session</em></li></ul>



<p>Saat giliran Anda menyelenggarakan WIG&nbsp;<em>session</em>&nbsp;secara teratur. Ayuk mari!</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/4dx-disiplin-4-menciptakan-irama-accountability.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4DX Disiplin #3: Gunakan Scoreboard yang Memotivasi</title>
		<link>https://hianoto.net/4dx-disiplin-3-gunakan-scoreboard-yang-memotivasi.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/4dx-disiplin-3-gunakan-scoreboard-yang-memotivasi.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Nov 2016 01:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=166</guid>

					<description><![CDATA[The highest level of performance always comes from people who are emotionally engaged and the highest level of engagement comes from knowing the score. McChesney, Covey, and Huling Bayangkan, Anda datang terlambat untuk menonton suatu pertandingan sepakbola antara&#160;team&#160;favorit yang paling Anda sukai melawan musuh bebuyutannya. Pertandingannya berjalan seru, bola digiring dari ujung lapangan sana ke [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>The highest level of performance always comes from people who are emotionally engaged and the highest level of engagement comes from knowing the score.</em></p><cite><em>McChesney, Covey, and Huling</em></cite></blockquote></figure>



<p>Bayangkan, Anda datang terlambat untuk menonton suatu pertandingan sepakbola antara&nbsp;<em>team</em>&nbsp;favorit yang paling Anda sukai melawan musuh bebuyutannya. Pertandingannya berjalan seru, bola digiring dari ujung lapangan sana ke sini dan bolak-balik terjadi&nbsp;<em>goal</em>. Namun ada 1 hal yang tidak ada, yaitu Papan Skor (<strong>Scoreboard</strong>) dimatikan. Sama sekali tidak ada informasi kedudukan/skor saat ini, tidak ada informasi sisa waktu pertandingan.</p>



<p>Pertanyaannya, apakah Anda dan semua penonton bisa menikmati pertandingan yang seru tersebut?</p>



<p>Pertanyaan penting selanjutnya, kira-kira apa yang dirasakan oleh para pemain sepakbola itu?</p>



<p>Kebanyakan orang akan menjawab “sama sekali tidak seru!”. Ya, tentu saja.. Mana mungkin suatu pertandingan bisa menarik bilamana tidak ada&nbsp;<em>scoreboard</em>? Apalagi bagi pemain, mana mungkin mereka terpacu untuk mati-matian mengejar bola dan mencetak&nbsp;<em>goal</em>, bila mereka tidak tahu bahwa ternyata mereka tertinggal&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;dari&nbsp;<em>team</em>&nbsp;lawan?</p>



<p>Nah, 4DX Disiplin ke-3 menekankan pentingnya menggunakan&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;yang memotivasi.</p>



<p>Ada 3 prinsip penting yang harus dimengerti:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Kinerja pemain akan jauh berbeda jika menggunakan skor (karena jika tidak menggunakan skor, itu namanya latihan)</li><li><em>Scoreboard</em>&nbsp;untuk pemain sangatlah sederhana, sedangkan&nbsp;<em>scoreboard</em>&nbsp;untuk pelatih jauh lebih kompleks</li><li>Penggunaan&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;adalah untuk memotivasi para pemain untuk menang!</li></ol>



<p>Lalu, apa kriteria / karakteristik&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;yang memotivasi tadi?</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sederhana</li><li>Mudah dilihat oleh seluruh anggota&nbsp;<em>team</em></li><li>Sebaiknya menunjukkan baik&nbsp;<em>lead</em>&nbsp;dan&nbsp;<em>lag measurement</em></li><li>Dalam waktu kurang dari 5 detik, harus bisa menunjukkan apakah kita menang atau kalah</li></ul>



<p>Apa saja yang harus diperhatikan saat membuat&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;tersebut?</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sedapat mungkin libatkan seluruh anggota&nbsp;<em>team</em>&nbsp;dalam pembuatan&nbsp;<em>Scoreboard</em>, sehingga rasa memiliki&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;akan terbangun total</li><li>Tambahkan nama&nbsp;<em>team</em>, foto seluruh anggota&nbsp;<em>team</em>, slogan, dan hal-hal lain di&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;yang bisa menggalang kebersamaan&nbsp;<em>team</em></li><li>Tentukan siapa yang bertanggungjawab untuk meng-<em>update Scoreboard</em>&nbsp;tersebut dan tentukan pula seberapa sering frekuensi&nbsp;<em>update</em>-nya</li></ul>



<p>Di artikel ini kita telah belajar bagaimana menggunakan Scoreboard yang memotivasi:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>3 prinsip penting tentang&nbsp;<em>Scoreboard</em></li><li>Kriteria / karakteristik&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;yang memotivasi</li><li>Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan saat membuat&nbsp;<em>Scoreboard</em></li></ul>



<p>Ayo, mari segera kita buat&nbsp;<em>Scoreboard</em>&nbsp;yang memotivasi kita beserta seluruh anggota team untuk mencapai WIG bersama!</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/4dx-disiplin-3-gunakan-scoreboard-yang-memotivasi.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4DX Disiplin #2: Bertindak Pada Lead Measures</title>
		<link>https://hianoto.net/4dx-disiplin-2-bertindak-pada-lead-measures.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/4dx-disiplin-2-bertindak-pada-lead-measures.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Nov 2016 01:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=158</guid>

					<description><![CDATA[A good lead measure has 2 basic characteristics: It is predictive of achieving the goal and it can be influenced by the team members. A: “Goal saya, turun berat badan 5 kilo akhir tahun ini. Titik.” B: “Wow keren, lalu rencana kamu mau ngapain tiap hari agar goal itu tercapai?” A: “Pokoknya ya kurangi makan sama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>A good lead measure has 2 basic characteristics: It is predictive of achieving the goal and it can be influenced by the team members.</em></p></blockquote></figure>



<p>A: “Goal saya, turun berat badan 5 kilo akhir tahun ini. Titik.”</p>



<p><em>B: “Wow keren, lalu rencana kamu mau ngapain tiap hari agar goal itu tercapai?”</em></p>



<p>A: “Pokoknya ya kurangi makan sama olahraga rutin lah tiap hari. Plus timbang badan juga, biar termotivasi terus.”</p>



<p>Kebanyakan kita cenderung berfokus pada “<strong>Lag Measures</strong>” atau pengukuran seberapa baik kita mencapai goal&nbsp;di&nbsp;<strong>masa lalu</strong>. Kenapa demikian? Karena&nbsp;<em>Lag Measures</em>&nbsp;sangatlah mudah diukur, dalam contoh di atas, cukup dengan menimbang berat badan saja. Namun dalam konsep 4DX – The 4 Disciplines of Execution, ditekankan bahwa kita justru haruslah bertindak/berfokus pada&nbsp;<strong>Lead Measures</strong>&nbsp;karena inilah salah satu kunci penting keberhasilan eksekusi.</p>



<p>Bilamana kita hanya melakukan rencana di atas: mengurangi makan, olahraga rutin, dan menimbang badan; belum tentu kita dapat mencapai goal sesuai yang diharapkan. Kenapa?</p>



<p>Karena mengurangi makan dan olahraga rutin sama sekali tidak spesifik. Mengurangi makan 1-2 sendok rasanya tidak bakal mengurangi berat badan, demikian pula olahraga rutin berjalan santai 10 menit per hari<br>Menimbang badan merupakan upaya melihat apakah kita sudah mencapai goal atau belum; dan sama sekali tidak dapat dipengaruhi karena lag measures&nbsp;adalah hasil dari upaya masa lalu<br>Berkebalikan 180 derajat dari&nbsp;<em>Lag Measures</em>,&nbsp;<em>Lead Measures</em>&nbsp;justru memiliki dua karakteristik:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><strong>Terprediksi</strong>, artinya jika Lead Measures&nbsp;bergerak, maka&nbsp;<em>Goal / Lag Measures</em>&nbsp;akan bergerak pula</li><li><strong>Dapat dipengaruhi</strong>, artinya kita memiliki kontrol sepenuhnya di tangan kita</li></ol>



<p>Misalnya, turun berat badan 5 kilogram pada akhir tahun 2016 adalah Goal (<em>Lag Measures</em>), sementara berolahraga 30 menit dan berjalan cepat 3 kilometer per-hari adalah&nbsp;<em>Lead Measures</em>, karena:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Terprediksi: jika kita berolahraga 30 menit dan berjalan cepat 3 km setiap hari sampai akhir tahun 2016, maka turun berat badan 5 kg akan tercapai</li><li>Dapat dipengaruhi: berolahraga 30 menit dan berjalan cepat 3 km setiap hari adalah murni keputusan kita</li></ol>



<p>Misalkan kita tinggal di Semarang dan ingin mengadakan perjalanan ke Jakarta (<em>Goal / Lag Measures</em>). Jarak Semarang – Jakarta adalah 450 km. Jika kita mengendarai mobil dengan kecepatan rata-rata 60 km/jam, berapa jam waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Jakarta?</p>



<p>Banyak orang, termasuk Anda barangkali, akan menjawab 7.5 jam. Namun bagaimana bila ternyata rute yang diambil adalah ke arah Timur (arah Surabaya) atau Selatan (arah Yogyakarta), dan justru bukan ke arah Barat? Tentu tidaklah mungkin sampai di Jakarta dalam 7.5 jam bukan? Inilah yang saya maksudkan dengan terprediksi. Tindakan yang dilakukan haruslah selaras dengan tujuan yang ingin dicapai. Jika dari Semarang ingin ke Jakarta, ya harus menempuh rute Semarang – Pekalongan – Pemalang – Brebes – masuk tol Cipali – hingga akhirnya sampai di Jakarta.</p>



<p>Selanjutnya, jika kita menumpang bis umum, dapatkah kita mencapai Jakarta dari Semarang dalam waktu 7.5 jam? Sulit bukan? Karena kita tidak memiliki pengaruh atas berjalannya bis umum tersebut. Sopir bis umum biasanya harus menghentikan bis pada beberapa terminal yang telah ditentukan, juga harus berhenti untuk menurunkan dan menaikan penumpang, dan lain-lain.</p>



<p>Jadi, dengan dua contoh di atas, kita tentu semakin jelas dengan syarat&nbsp;<strong>Terprediksi</strong>&nbsp;dan&nbsp;<strong>Dapat Dipengaruhi</strong>, bukan?</p>



<p>Bagaimana dengan target penjualan yang harus mencapai 100 juta per-bulan misalnya? Ok, masih ingat syaratnya&nbsp;<em>Lead Measures</em>? Ya betul, Terprediksi dan Dapat Dipengaruhi. Kita asumsikan, penjualan 100 juta dapat tercapai jika bisa menjual produk ke 10 pembeli (alias harga produk adalah Rp 10 juta). Dari statistik historis penjualan yang kita miliki, diketahui bahwa dari 10x penjelasan produk, ada 3 calon pembeli yang tertarik, dan akhirnya mengerucut ke 1 pembeli. Sehingga otomatis bisa kita hitung dan prediksikan bahwa kita perlu melakukan 100x penjelasan produk, di mana akan ada 30 calon pembeli yang tertarik, dan menghasilkan 10 pembeli. Jika 1 bulan kita bekerja 25 hari, maka kita harus melakukan 4x penjelasan produk setiap harinya; kalau tidak tercapai, maka target kita terancam tidak tercapai.</p>



<p>Di artikel ini kita telah belajar bertindak pada Lead Measures:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengerti perbedaan pokok Lead Measures vs Lag Measures</li><li>Kriteria penting Lead Measures: Terprediksi dan Dapat Dipengaruhi</li></ul>



<p>Manfaatkan momentum ini untuk segera merumuskan Lead Measures seperti apa yang cocok untuk WIG Anda?</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/4dx-disiplin-2-bertindak-pada-lead-measures.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4DX Disiplin #1: Fokus Pada Wildly Important Goals</title>
		<link>https://hianoto.net/4dx-disiplin-1-fokus-pada-wildly-important-goals.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/4dx-disiplin-1-fokus-pada-wildly-important-goals.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Nov 2016 01:00:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=146</guid>

					<description><![CDATA[I believe that this nation should commit itself to achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the moon and returning him safely to the earth. No single space project in this period will be more impressive to mankind, or more important for the long-range exploration of space. John F [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-pullquote is-style-solid-color"><blockquote><p><em>I believe that this nation should commit itself to achieving the goal, before this decade is out, of landing a man on the moon and returning him safely to the earth. No single space project in this period will be more impressive to mankind, or more important for the long-range exploration of space.</em></p><cite><em>John F Kennedy, May 25, 1961</em></cite></blockquote></figure>



<p>Pada pidatonya di depan Congress pada tgl 25 Mei 1961, Presiden John F Kennedy menegaskan suatu misi yang luar biasa penting, bahwa NASA haruslah mampu mendaratkan seorang manusia di bulan dan mengembalikannya ke bumi dalam keadaan selamat sebelum akhir dekade tersebut. Inilah yang disebut sebagai <strong>Wildly Important Goals</strong> dalam konsep 4DX – The 4 Disciplines of Execution.</p>



<p>Merumuskan&nbsp;<em>Wildly Important Goals</em>&nbsp;(selanjutnya saya sebut dengan WIG saja) merupakan langkah yang sangat penting. Bagaimana bisa mencapai sesuatu goal yang sangat penting, jika kita tidak tahu goal penting apa yang ingin dicapai? Secara sederhana, gunakan format “<strong>from X to Y by When</strong>” dalam merumuskan WIG, di mana:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>X adalah kondisi sekarang</li><li>Y adalah hasil&nbsp;yang ingin dicapai</li><li>When adalah tenggat waktu kapan Y akan tercapai</li></ul>



<p>Dengan format “from X to Y by When” ini, maka WIG akan memiliki pengukuran yang jelas sehingga kita mengerti benar bahwa WIG telah tercapai. Misalnya, kita menetapkan WIG sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>“Menurunkan berat badan dari 77 kg menjadi 70 kg pada tgl 31 Desember 2016”</li><li>“Menambah tabungan dari Rp 10.000.000 menjadi Rp 15.000.000 pada tgl 31 Desember 2016”</li><li>“Meningkatkan omzet penjualan bulanan dari Rp 100.000.000 menjadi Rp 120.000.000 pada periode Desember 2016”</li></ul>



<p>Wuih, ternyata mudah ya membuat WIG!</p>



<p>Eiiit hati-hati.. Walau memang membuat WIG jadi lebih mudah dengan rumus “from X to Y by When”, namun kita perlu ingat bahwa manusia hanya mampu melakukan satu hal dalam satu waktu dengan&nbsp;<em>excellence</em>. Semakin sedikit&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;yang dicanangkan, semakin tinggi kemungkinan mencapai&nbsp;<em>goal</em>&nbsp;tersebut dengan&nbsp;<em>excellence</em>. Franklin Covey menyarankan jumlah goal yang dikejar maksimal 3 saja, namun haruslah benar-benar penting (<em>wildly important</em>). Inilah yang dikenal sebagai&nbsp;<strong>The&nbsp;Law of Diminishing Return</strong>.</p>



<p>Nah, tantangannya sekarang adalah, bagaimana caranya membedakan goal yang penting dan yang benar-benar penting! Satu hal yang mudah dicermati adalah&nbsp;<em>Wildly Important Goals</em>&nbsp;membawa konsekuensi, yaitu bila WIG gagal dicapai, maka hal ini akan mengakibatkan semua pencapaian lainnya menjadi terabaikan.</p>



<p>Jika telah membuat beberapa WIG, sekaligus telah menguji apakah WIG tersebut benar-benar penting seperti penjelasan di atas, maka kini saatnya kita menentukan prioritas WIG mana yang akan dicapai. Ingat prinsip&nbsp;<em>The Law of Diminishing Return</em>, jadi kita harus pilih hanya 3 WIG terpenting yang akan membawa&nbsp;<em>impact</em>&nbsp;positif paling besar bagi kita.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="800" height="255" src="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/worksheet-perumusan-wig-wildly-important-goal-4dx.png" alt="" class="wp-image-150" srcset="https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/worksheet-perumusan-wig-wildly-important-goal-4dx.png 800w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/worksheet-perumusan-wig-wildly-important-goal-4dx-300x96.png 300w, https://hianoto.net/wp-content/uploads/2020/10/worksheet-perumusan-wig-wildly-important-goal-4dx-768x245.png 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></figure>



<p>Di artikel ini kita telah belajar membuat WIG:</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Menggunakan format “From X to Y by When”</li><li>Melakukan pengujian WIG ini sekedar penting ataupun benar-benar penting</li><li>Memberikan penilaian prioritas untuk setiap WIG yang dibuat</li></ul>



<p>Kini giliran Anda untuk mulai mempraktekkannya mulai sekarang. Ayo bagikan pengalaman Anda saat merumuskan WIG di komentar bagian bawah artikel ini.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/4dx-disiplin-1-fokus-pada-wildly-important-goals.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>7</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar 4 Disciplines of Execution (4DX)</title>
		<link>https://hianoto.net/belajar-4-disciplines-of-execution-4dx.html</link>
					<comments>https://hianoto.net/belajar-4-disciplines-of-execution-4dx.html#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hianoto Santoso]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Nov 2016 04:15:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Productivity]]></category>
		<category><![CDATA[4 Disciplines of Execution]]></category>
		<category><![CDATA[4DX]]></category>
		<category><![CDATA[Books]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://hianoto.net/?p=133</guid>

					<description><![CDATA[Anda pergi ke kantor dengan tekad untuk melakukan suatu pekerjaan penting dengan tenggat waktu minggu depan. Sesampai di kantor, suasana begitu sibuk dan hiruk pikuk. Ada sedemikian banyak email yang harus dibalas, telpon berdering dari berbagai client dan rekan kerja lain, beberapa rapat penting yang harus dihadiri. Dan akhirnya di sore hari, Anda duduk di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Anda pergi ke kantor dengan tekad untuk melakukan suatu pekerjaan penting dengan tenggat waktu minggu depan. Sesampai di kantor, suasana begitu sibuk dan hiruk pikuk. Ada sedemikian banyak email yang harus dibalas, telpon berdering dari berbagai client dan rekan kerja lain, beberapa rapat penting yang harus dihadiri. Dan akhirnya di sore hari, Anda duduk di kursi, merasa sangat lelah telah bekerja keras seharian penuh, dan Anda baru teringat belum melakukan pekerjaan penting yang telah dijadwalkan sebelumnya.</p>



<p><em>Sounds familiar?</em></p>



<p>Saya pun sangat sering mengalami hal ini. Ujung-ujungnya, kita merasa terpuruk, tidak mendapat pencapaian prestasi yang berarti, jauh berbeda dengan apa yang telah kita rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya; padahal sudah bekerja begitu keras membanting tulang.</p>



<p>Mari kita simak video berikut ini:</p>



<figure class="wp-block-embed-youtube wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Are you feeling buried alive?" width="500" height="281" src="https://www.youtube.com/embed/qUvEXX5a3Bk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Inilah permasalahan terbesar dalam proses melaksanakan planning kita, yaitu pekerjaan kita sehari-hari! Ya, untuk melakukan pekerjaan rutin kita membutuhkan begitu banyak energi dan waktu yang tersita, sehingga ironisnya kita sulit melakukan hal baru walau telah direncanakan dan diprioritaskan sebelumnya.</p>



<p>Goal yang telah kita rencanakan untuk bergerak maju sangatlah penting, namun saat berbenturan dengan hal yang mendesak dan penting, tentu saja hal mendesak lah yang akan didahulukan setiap waktu, bukan?</p>



<p>Beruntung saya mendapatkan informasi buku keren yang ditulis oleh Chris McChesney, Sean Covey, dan Jim Huling berjudul&nbsp;<strong>The 4 Disciplines of Execution</strong>, atau biasa disebut sebagai&nbsp;<strong>4DX</strong>.</p>



<p>Buku ini mengungkapkan betapa&nbsp;<em>whirlwind</em>, pusaran angin yang sebenarnya adalah hal-hal yang mendesak, membuat kita luar biasa terganggu konsentrasinya untuk menyelesaikan hal-hal yang sifatnya lebih penting. Begitu banyak perencanaan hebat yang kita lakukan, awalnya terlaksana baik, namun pada akhirnya layu dan sirna karena semua orang yang terlibat harus menangani hal-hal lain yang kelihatannya lebih penting dan mendesak.</p>



<p>Benar sekali sih, kalau kita mengabaikan hal-hal yang mendesak, tentu kita akan mengalami banyak masalah&nbsp;<strong>sekarang</strong>. Namun jika sebaliknya kita mengabaikan yang penting, maka kita akan menjumpai masalah&nbsp;<strong>di kemudian hari</strong>.</p>



<p>Jika kita hanya mengurusi&nbsp;<em>whirlwind</em>&nbsp;saja, maka kita tidak akan maju sejengkal pun, walau sebesar apapun energi yang kita curahkan di sana. Kita harus fokus melaksanakan tugas untuk mencapai goal yang paling penting di tengah dahsyatnya pusaran angin!</p>



<p>Secara sederhana, konsep 4DX ini didasarkan pada prinsip&nbsp;<em><strong>focus</strong></em>,&nbsp;<em><strong>leverage</strong></em>,&nbsp;<em><strong>engagement</strong></em>, dan&nbsp;<em><strong>accountability</strong></em>, terlihat dari 4 prinsip berikut:</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Focus on the Wildly Important</li><li>Act on the Lead Measures</li><li>Keep a Compelling Scorecard</li><li>Create a Cadence of Accountability</li></ol>



<p>Mari kita pelajari lebih mendetil pada artikel-artikel berikut ya.</p>
<span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span><span class="tve-leads-two-step-trigger tl-2step-trigger-0"></span>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hianoto.net/belajar-4-disciplines-of-execution-4dx.html/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
