SuperCamp “Becoming a Money Magnet”
Tanggal 16-18 November 2007 yang baru lalu, untuk kedua kalinya saya mengikuti SuperCamp “Becoming a Money Magnet” yang digawangi oleh Pak Adi W Gunawan dan Pak Ariesandi Setyono di Surabaya. Sebelumnya, saya memang telah menghadiri SuperCamp serupa di Salatiga.
Tgl 16 November jam 8 pagi, saya telah tiba di bandara Juanda, Surabaya. Tidak lama kemudian, muncullah kawan saya Pak Sukarto dengan istrinya Venna dan buah hatinya Nata. Memaklumi betapa kangennya saya dengan makanan Banjarmasin, mereka pun mengajak saya menikmati Soto Banjar di Depot Demak. Mengetahui di sana juga tersedia Nasi Kuning, dengan pintarnya saya memesan Soto Banjar dengan nasi setengah porsi dan Nasi Kuning plus ikan Haruan setengah porsi. Wuiih mimpi apa saya semalam?? Soto Banjar ini benar-benar mantap dan mirip dengan Soto Banjar kesukaan saya di Banjarmasin. Apalagi ikan Haruan sebagai lauk pendamping nasi kuning. Ini adalah pengalaman pertama saya setelah sekian tahun tidak pergi ke Banjarmasin.
Usai temu kangen dengan makanan Banjar, kami pun ke rumah Pak Sukarto untuk membicarakan beberapa hal mengenai Sekolah Orangtua.
Tak terasa, tibalah waktunya untuk makan siang. Pak Sukarto menggamit saya untuk makan bebek goreng di daerah Bratang yaitu Bebek Kayu Tangan. Bebek goreng ini dilengkapi dengan kremesan dan jeruk nipis. Paduan unik ini membuat sensasi daging bebek terasa gurih dan tidak amis. Pelayanan yang begitu cepat membuat kami cukup penasaran. Usut punya usut, ternyata bebek tersebut telah digoreng beberapa saat sebelumnya, sehingga saat akan dihidangkan, mereka tinggal memanaskannya saja.
Mengingat waktu telah menunjukkan jam 2 siang, Pak Sukarto pun mengantarkan saya ke Hotel Singgasana (aka Hilton) tempat diselenggarakannya SuperCamp “Becoming a Money Magnet” ini.
Tepat jam 3 sore, SuperCamp pun dimulai. Pak Adi W Gunawan memulainya dengan suatu video yang menunjukkan betapa kita ditakdirkan untuk sukses; lalu video lain mengenai perjalanan hidup manusia. Selanjutnya beliau menjelaskan lima tahapan The Secret of LoA (The Law of Attraction), yaitu Dream (personal dan bermakna), Yakin, Syukur, Pasrah, dan Doa.
Selanjutnya beliau menguraikan aura, mulai dari apa itu aura, bagaimana cara melihat aura, bagaimana pengaruh emosi terhadap aura kita. Selanjutnya beliau juga menayangkan hasil penelitian Masaru Emoto tentang pengaruh tulisan/kata-kata terhadap hasil pembentukan kristal air. Selanjutnya, kami dijelaskan tentang “Map of Consciousness” dari Dr David Hawkins (lihat gambarnya di posting saya sebelumnya). Dari ketiga penjelasan ini, akhirnya kita diyakinkan tentang betapa pentingnya berpikir positif setiap waktu. Di bagian akhir acara hari pertama ini, kami pun dibimbing Pak Ariesandi untuk masuk ke kondisi alfa (bukan Hypermart, Makro, ataupun Giant lho yah) dan di-anchor (dijangkar) berulangkali untuk memudahkan para peserta dalam mengikuti proses relaksasi dan inner journey pada sesi-sesi berikutnya.
Saya cukup beruntung mendapatkan rekan peserta seminar yang doyan makan, namanya Pak Aji. Jadi usai seminar hari pertama, kami berdua pun menuju ke Restoran Happy di Andhika Plasa untuk menikmati semangkuk bubur, ayam saus mentega cabe hijau, babi char siu, telur kecap, tahu sayur. Wuih nikmat banget!
Hari kedua, SuperCamp diawali dengan pembahasan tentang Macro Cosmos dan Micro Cosmos, Dream (Internal dan External Check), tentang Triune Human System, The Change Cube (kesemuanya ini dapat dibaca lebih detail pada posting blog sebelumnya.
Nah berbeda dari SuperCamp yang lalu, kali ini EFT diajarkan pada hari kedua. Kali ini topiknya adalah tentang tikus (yang dulu adalah kecoak). Seru banget karena peserta yang digunakan untuk demo benar-benar takut, jijik, geli, etc dengan tikus mungil itu.
Usai belajar EFT, kami pun dijelaskan tentang perbedaan otak pria dan wanita, persepsi, dan prioritas hidup. Seperti biasa, ada beberapa sesi inner journey seperti Parts Therapy, Mental Block, dan mencari Sang Bijaksana.
Malam itu, kembali saya dan Pak Aji beraksi. Kali ini kami berdua ke Rawon Setan di seberang Hotel JW Mariott. Kami memesan rawon yang dipisahkan dengan nasi. Ada lima potong besar daging sapi dalam kubangan kuah rawon. Daging sapi tersebut sangat empuk dan terasa juicy sekali; sungguh paduan yang nikmat dengan kuah rawon yang tidak terlalu gelap. Saat kembali ke hotel, kami bertemu dengan dua rekan peserta seminar dari Balikpapan dan kami ngobrol ngalor-kidul hingga hampir jam 3 pagi tentang hypnosis, SuperCamp, dan tentunya Sekolah Orangtua, hehehe.. Dan akhirnya mereka berdua bergabung dengan Parents Club lho!
Hari terakhir, kita belajar tentang Subconscious Restructuring, mulai dari belief, rules, value, afirmasi dan tipe sugestibilitas. Setelahnya, kami belajar Rekening Bank Mental dan Rekening Syukur. Di sini Pak Adi sempat membocorkan bahan untuk buku terbarunya, yaitu tentang Synergetic (Daily Reinforcement, Symbolic Language, Ideomotor Response, Magic 30 minutes, dan Recognition Dream).
Sekali lagi, kami menjalani suatu perenungan diri yang sungguh indah tatkala bertemu dengan ayah, ibu, dan orang-orang yang kita kasihi. Sungguh mengharukan, ada banyak peserta yang meneteskan air mata dan bahkan terisak haru dibuatnya. Seperti yang saya utarakan sebelumnya, SuperCamp Becoming a Money Magnet ini bukanlah semata tentang uang saja, tapi kita mendapatkan pengalaman hidup dan pembelajaran berharga yang sungguh komplit dalam berbagai segi kehidupan.
Setelah berpisah, kembali saya berwisata kuliner bersama Pak Sukarto sekeluarga. Target pertamanya adalah Soto Banjar di Kedungdoro. Wuiih ini benar-benar Soto Banjar yang sangat otentik, sangat mirip dengan aslinya. Di sana juga menjual penganan tradisional (disebut wadai), saya membeli seloyang bingka. Masih belum puas, kami pun menuju ke RM Apeng. Antriannya dahsyat!! Tadinya Venna dengan tersenyum simpul memberitahu bahwa kita mendapatkan nomor antrian 1. “Wah, bentar lagi dong”, pikir saya. Setelah ada beberapa pengunjung dipanggil masuk, barulah kami tahu bahwa nomor antrian adalah 1-20; jadi nomor antrian 1 adalah setelah nomor 20, padahal saat itu yang dipanggil baru nomor 17. Alamaaaakkkk… Tapi upaya keras kami tidak terbuang sia-sia. Kami berkesempatan menikmati Kuetiauw Goreng yang enak sekali. Walau tidak terlalu coklat, namun ini justru membuat rasa kuetiauw-nya lebih menonjol. Huenak tenan…
Saat perjalanan ke Semarang menggunakan mobil travel, saya pergunakan untuk relaksasi dengan musik SuperCamp sebelumnya. Perjalanan darat selama 7 jam menjadi tidak terasa lama (lha wong delta terus, hahaha)…
Ayo ikutan SuperCamp Becoming a Money Magnet dan dapatkan kualitas hidup yang lebih prima dan seimbang!
Notes: Maaf posting ini campur aduk antara materi SuperCamp dengan Wisata Kuliner, soalnya ulasan SuperCamp telah ditulis lebih detail di posting sebelumnya dan ulasan kuliner selama SuperCamp di Salatiga telah ditulis di sini.