Sekilas Makanan di Salatiga
Saat mengikuti SuperCamp Becoming a Money Magnet di Salatiga beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mencicipi empat macam makanan di luar hotel yang cukup mengesankan.
Pertama, pada Jumat siang (10 Agustus 2007), untuk pertama kalinya saya menikmati Ayam Goreng Joyo di daerah Sukowati. Daging ayamnya terasa empuk dan gorengan saren/dideh (darah ayam) terasa juicy, berpadu dengan tempe dan tahu goreng. Rasanya, hmmmmm….. sungguh patoet dipoedjiken.. Sayangnya sambal yang diberikan hanya tersedia dalam porsi yang sangat sedikit, sehingga sedikit merepotkan untuk bolak-balik meminta tambahan sambal yang nikmat tersebut.
Kedua, pada Sabtu sore, saya bersama dua orang peserta SuperCamp ‘kabur’ dari hotel sejenak (memanfaatkan waktu mandi sore) untuk menyantap Wedang Ronde Sekoteng dan Sate Sapi Suruh di seberang hotel Quality Wahid, Salatiga. Walaupun terletak di suatu gang kecil yang tidak umum dilewati orang, namun warung Wedang Ronde Sekoteng ini cukup ramai dikunjungi orang-orang. Gosipnya, Wedang Ronde Sekoteng ini adalah langganan para artis ibukota, terlihat dari beberapa tandatangan artis yang dipajang di dinding warung. Tidak seperti wedang ronde yang biasa kita temui di Semarang, Wedang Ronde Sekoteng di Salatiga ini menyertakan beberapa bahan yang lain dari biasanya. Hasilnya?? Wuiiih, enak sekali untuk menghangatkan badan di tengah hawa dingin Salatiga!!
Selanjutnya kami memesan 15 tusuk Sate Sapi Suruh dan akhirnya kami pun menyesali keputusan ini. Kenapa?? Ternyata Sate Sapi Suruh ini juga rasanya mak nyussss banget!! Daging sapi yang sungguh juicy berpadu erat dengan adonan bumbu kacang yang kental. Apalagi kami menyantapnya bersama karak (sejenis kerupuk gendar dari beras). Wah seharusnya kami memesan 30 tusuk tuh!! Dasar rakusss 😀
Pada Minggu pagi, karena sudah agak bosan dengan makanan hotel, kami bertiga kembali menyelinap ke sebelah hotel Quality Wahid untuk memesan Soto Ayam Esto. Soto Ayam Esto ini menggunakan santan, dan uniknya di bagian atas soto dibubuhi remasan karak (kerupuk gendar). Tapi ternyata rasanya enak banget.. Sebagai lauk tambahan, saya menyantap sate kerang yang lumayan juga. Sayangnya sepulang dari Salatiga, saya baru tahu kalau di Soto Esto ini menyediakan potongan babat gongso sebagai lauk menemani soto yang nikmat ini. Uh, andai saja saya tahu 🙁
Tapi pada intinya, makanan di Salatiga ini cukup mengesankan dan jelas saya akan meluangkan waktu untuk kembali lagi ke Salatiga dan menikmati ulang santapan luar biasa di kota yang adem ini. Salatiga, I’ll be back!!