KopDar Pertama JS-ers Semarang
Jumat malam kemarin (7 April 06) merupakan waktu yang sangat saya tunggu-tunggu. Betapa tidak?? Untuk pertamakalinya saya mengikuti KopDar (baca: Kopi Darat alias pertemuan) dengan anggota JS (baca: milis Jalan Sutra) Semarang. Pertemuan dijadwalkan jam 19:30 di Semawis. Pada jam 19-an, saya masih bertukar SMS dengan Angela Agustina mengenai cara mengenali diri masing-masing, mengingat kita belum pernah bertemu sebelumnya. Akhirnya saya pun tiba tepat waktu di Semawis jam 19:30. Setelah celingak-celinguk tidak menemukan Angela sesuai dengan warna baju yang disepakati (busyet, kayak mau blind date aja nih :-)), saya pun menelponnya. Ternyata dia baru saja tiba dan sedang bertemu Markus Henoch. Singkat cerita, kita bertiga pun bertemu di tempat yang disepakati. Setelah berkenalan singkat, kami pun berjalan kaki menyusuri Semawis sampai ke ujung jalan bolak-balik, sambil mata jelalatan mencari target makanan yang harus disantap. Terlihat Angela sangat menguasai daerah ini, terbukti dari sekian banyak penjual dan pengunjung yang dia kenal; seakan-akan malam tersebut adalah malam jumpa fans baginya :-).
Akhirnya kita sepakat mulai makan dengan sate yang terletak di seberang Steamboat. Di sini kita diperbolehkan memesan kombinasi berbagai macam sate, mulai dari ayam, kambing, ginjal, sosis, bakso ikan, udang, sampai torpedo kambing!! *blink* *blink* :-). Menurut Angela, bakso ikan ini sangat enak dan konon merupakan barang impor; sayangnya bakso ikan saat itu hanya tinggal 1 tusuk saja. Kami pun memesan sate ayam 2 tusuk, bakso ikan 1 tusuk, ginjal (tidak jelas asal-usulnya, bahkan penjualnya pun tidak tahu itu ginjal sapi, kambing, atau apa) 2 tusuk, kambing 2 tusuk, sosis ayam+sapi sehingga totalnya 10 tusuk saja. Lalu kami juga memesan Steamboat 1 porsi.

Steamboat diantar duluan, namun si Oom penjual memasukkan berbagai sayuran, daging, dan bihun ke dalam kuah panas untuk dimasak terlebih dahulu. Setelah dirasa cukup matang, kami pun mulai mencicipi Steamboat-nya (tentunya difoto terlebih dahulu). Sluuurrrppp… kuahnya bening, tidak amis, dan terasa lumayan enak. Udangnya cukup besar, cuminya empuk, dan bakso ikannya kenyal-kenyal-enak.

Tibalah saatnya mencoba aneka sate. Tercium bau yang rada aneh dan asing. Setelah memindahkan potongan bakso ikan ke dalam mulut, barulah kami sadar apa itu. Ternyata sate tersebut dimasak/dipanggang dengan dibalur semacam bumbu kari; hal ini membuat sate terasa sangat spicy dan lain daripada yang lain. Bergegas kita mencoba sate ayam, kambing, ginjal, dan sosis. Kali ini tidak lupa kita menambahkan perasan jeruk di atasnya. Hmmm, memang benar-benar layak menjadi primadona malam KopDar JS nih..

Total kerusakan adalah 87 ribu, lengkap dengan 4 mangkok nasi putih, minuman teh seruni, liang teh, dan es teh tawar.
Masih belum puas, kami pun menyusuri Semawis sekali lagi. Kali ini kita terpaku pada buah durian yang terbuka sebagian di warung Es Puter Conglik. Karuan saja kita berebut duduk dan memesan 3 porsi es puter durian!! Es puter ini bukan sekedar ber-essence durian, namun juga diberi topping buah durian beneran. Saking serunya, tidak lama kemudian es puter durian ini pun berpindah ke dalam perut dan saya baru ingat belum memfotonya :-(. Nasi sudah jadi bubur, cuman tinggal pongge (baca: biji buah durian) di piring; yang jelas-jelas tidak memungkinkan untuk difoto :-(. Total kerusakan adalah 24 ribu untuk 3 porsi es puter durian.
Karena sudah jam 21:30 dan Tante Benita belum bisa bergabung karena ada kesibukan, akhirnya kami memutuskan untuk pulang. Saat di gapura Semawis, kami pun bersalaman tangan untuk mengucapkan selamat berpisah. Tapi lucunya, kami baru sadar kalau ternyata ketiga mobil kami diparkir berjajaran. Alhasil setelah bersalaman, kami pun tetap berjalan beriringan menuju kendaraan masing-masing :-).
Semoga KopDar JS-ers Semarang bisa diadakan secara kontinyu di masa yang akan datang, dengan jumlah peserta yang makin banyak, suasana yang makin meriah dan kekeluargaan, dan kualitas/kuantitas makanan yang kian meningkat!