Selamat Jalan dan Sukses, Wawa
Hari ini merupakan hari yang sangat membahagiakan bagi keluarga besar kami, karena Wenny – keponakan saya – bertolak ke Jepang untuk belajar disana. Yang sangat membanggakan adalah Wawa (sebutan keluarga untuknya) memperoleh beasiswa penuh disana, diperoleh atas hasil jerih payahnya dalam kegiatan akademis dan non-akademis. Ini sungguh suatu prestasi tersendiri, mengingat selama ini anggota keluarga kami (dalam tiga generasi: mulai dari ayah saya, saya sendiri, dan Wawa) hanyalah menerima beasiswa sekolah lokal (tanpa bermaksud mengecilkan arti beasiswa sekolah lokal lho).
Beberapa hal yang saya kagumi darinya adalah kemauan yang kuat dalam mempelajari sesuatu. Dia dengan rajin membuat catatan yang rapi dan flash cards yang memudahkannya mengingat sesuatu. Juga kemampuannya dalam berlogika dan mengungkapkannya lewat tulisan dan ucapan, sehingga dia sempat menjadi juara Lomba Debat dll. Saya rasa itu adalah kunci suksesnya meraih IPK yang sangat tinggi di bangku kuliahnya (IIRC, dia mendapatkan IP 4.0 untuk 4 semester pertama secara berturut-turut). Namun demikian, dia juga punya kelemahan yaitu tergolong seorang yang perfectionist, yang mudah menjadi sakit perut 😀 karena merasa kurang PD atau persiapan kurang matang.
Walau orang luar mengira dia adalah seorang kutu buku yang rajin belajar, namun kenyataannya tidak. Dia tetap senang dugem, membaca buku Harry Potter – English Edition, keluyuran di mall, jajan dan ngemil kesana kemari, main dengan Brian, dll.
Ok, sebelum blog ini malah menjadi semacam testimony ala Friendster, saya akhiri dengan doa agar dia dapat belajar banyak (ya belajar ilmu pengetahuan, ya belajar kemandirian dan arti kehidupan ini, ya belajar segalanya deh) di Jepang hingga dia kembali ke Indonesia. Kiranya Tuhan selalu memberkati, melindungi dan menyertainya selalu. Amin.
Selamat jalan dan sukses ya Wa!!