Skip to content

Archive · 2007 · June

Firewalk

Personal

Hari Jumat tgl 15 Juni 2007 kemarin merupakan hari yang luar biasa bagi saya. Berawal saat melihat sebuah iklan yang ditempelkan di dinding Gramedia Pandanaran pada hari Minggu lalu, saya memutuskan untuk mengikuti sebuah seminar Firewalking yang diselenggarakan oleh sebuah perguruan tinggi swasta, UNIKA Semarang. Mengingat jadwal pekerjaan yang padat, saya menunda untuk melakukan pendaftaran (actually it is a blessing in disguise karena saat hari H, ternyata tarif seminar diturunkan 33%).

Berhubung belum mendaftar, saya sengaja datang lebih awal untuk mengurus registrasi dan pembayaran. Namun demikian, di luar dugaan, ternyata seminar akhirnya dimulai menjelang pukul 2 petang (alias molor 1 jam dari jadwal). Ada hal yang kurang lazim dijumpai saat seminar motivasi pada umumnya, yaitu memanjatkan doa bersama, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dan beberapa sambutan di antaranya dari Ketua Panitia, Ketua BEM, dan Wakil Dekan (?) yaitu Ridwan Sanjaya.

Sesi pertama dibawakan oleh Ibu Amelia Hirawan, seorang Mind Therapist dan praktisi NLP terkemuka di Semarang. Beliau masih muda, terlihat cukup kalem dalam membawakan materi; namun ternyata cukup energik dan lucu tatkala melakukan permainan menyenangkan (istilah keren di NLP-nya adalah breaking state). Cukup efektif memang, para peserta terlihat begitu menikmatinya dan menjadi lebih rileks usai menjalani permainan tersebut. Sayangnya sesi tersebut hanya berlangsung hampir 1 jam, padahal akhir-akhir ini (khususnya setelah membaca buku Adam Khoo berjudul “Master Your Mind, Design Your Destiny”) saya menjadi tertarik untuk belajar NLP lebih lanjut. Pssst, beliau pakai MacBook lho 🙂

Sesi kedua, giliran Pak Okky Sulistijo dengan gayanya yang lucu nan bersemangat, ‘membakar’ para peserta dengan ucapan-ucapannya yang pedas, lucu, inspiratif, dan sangat bermakna. Saya pikir breaking state yang beliau lakukan sangat ampuh, mulai dari berbagai gerakan ‘gila’ hingga relaksasi yang dalam (deep relaxation). Bahkan ada peserta yang memberikan testimoni bahwa dia mendapatkan penyembuhan mandiri (self-healing) usai menjalani relaksasi.

Saat coffee break, saya berkesempatan mengobrol dengan rekan-rekan dari radio Tri Jaya FM yang juga menjadi sponsor acara tersebut. Ada Mbak Diana yang sering saya temui di berbagai seminar. Nah menariknya, saya bertemu Mbak Nita yang ternyata pernah menghubungi saya untuk diwawancarai radio Tri Jaya FM mengenai Pasar Semawis! Di samping itu, saya juga berkenalan dengan seorang praktisi Prana. Perlu diketahui, saya juga sedang tertarik untuk mengetahui Reiki dan Prana lebih lanjut, jadi saya pikir ini adalah suatu bukti lagi bahwa The Law of Attraction works!

Usai coffee break, sesi ketiga pun dilanjutkan Pak Okky. Beliau mengungkapkan betapa pentingnya menjadi tidak nyaman (alias keluar dari zona nyaman) untuk bertumbuh berkembang menjadi yang lebih baik lagi. Pak Okky juga menjelaskan apakah firewalking itu, apa manfaatnya, dan berbagai persiapan mental untuk menjalani firewalking. Cara beliau menggugah semangat para peserta perlu diacungi jempol. Beberapa peserta yang celelekan (baca: melontarkan humor di saat yang kurang tepat) ditanganinya dengan baik; bahkan ada seorang peserta yang tidak melakukan instruksinya dengan baik, diundangnya maju ke depan untuk praktek dan akhirnya diserahkan kepada panitia untuk dibimbing secara khusus.

Akhirnya saat yang dinanti-nanti pun tiba. Usai makan malam, para peserta melepaskan alas kaki dan menggulung celana panjang hingga lutut, lalu berjalan kaki ke lantai dasar tempat akan diadakannya firewalk. Tampak para panitia telah mempersiapkan segunung batu bara yang telah disiram bahan bakar dan dibakar. Setelah terbakar sempurna, batu baru tersebut disebarkan di jalur firewalk sepanjang 5 meter. Satu-per-satu peserta mulai mempersiapkan diri. Pak Okky melontarkan beberapa pertanyaan untuk menguji mental peserta. Bilamana beliau merasa peserta tersebut belum siap, maka peserta akan ditolak dan diminta antri kembali dari belakang.

Setelah menjawab pertanyaan Pak Okky dengan penuh semangat, akhirnya saya pun melangkahkan kaki di atas bara api yang membara. Saya berjalan dengan biasa. Tidak ada rasa sakit, rasanya hanya seperti berjalan di atas aspal saat siang hari. Sayangnya saya lupa melakukan anchoring saat berjalan di atas bara api tersebut. Namun tidak apa-apa, saya toh sudah memiliki anchoring lain untuk membangkitkan rasa percaya diri saya.

Akhirnya seminar firewalk ini pun berakhir pada pukul 9 malam. Sungguh suatu seminar yang best value sekali! Apalagi mengingat tarif seminar firewalk dengan pembicara seperti Tommy Siawira biasanya berkisar hampir Rp 2 jutaan. Hal ini memberikan kesempatan bagi para mahasiswa – di usia mereka yang masih muda – menikmati pengalaman firewalking mereka yang pertama. Lha wong saya yang sudah berusia segini saja baru menjalaninya pertama kali kemarin!!

Walaupun masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, namun saya salut dengan kinerja baik panitia yang notabene adalah para mahasiswa/i yang belajar di Ilmu Komputer UNIKA Semarang. Kiranya makin sukses di kemudian hari dalam menyelenggarakan acara yang serupa.

Life will never be the same again!!!