Skip to content

Archive · 2006 · September

Janji Sederhana nan Bombastis

Dunia Kerja

Sudah beberapa tahun ini saya menjadi nasabah beberapa perusahaan asuransi terkemuka, yang sudah saya pilih berdasarkan kinerja, tinjauan dan manfaat produk. Namun demikian, dalam dua tahun berturut-turut saya merasakan kekecewaan atas tidak dipenuhi janji sederhana.

Di situs http://www.axa-life.co.id/contact\_us.html, tertera bahwa:

Janji Sederhana nan Bombastis

Sungguh suatu janji yang sederhana dan (tampaknya) mudah ditepati bukan?? Di era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, mengakses e-mail sangatlah mudah; mau dari komputer kantor jelas bisa, dari komputer rumah Ok, mau di jalan pun juga bisa (dengan handphone/PDA), atau bahkan dari warnet yang bertebaran di mana-mana. Hal ini membuat saya percaya Axa Life Indonesia bisa menepati janjinya untuk membalas e-mail yang mereka terima dalam waktu maksimal 48 jam.

Namun kenyataan berbicara lain.

Tahun lalu, berkenaan dengan jatuh tempo pembayaran polis, saya mengirimkan e-mail kepada Customer Service Axa Life Indonesia pada tgl 18 Agustus 2005. Mengingat waktu yang cukup mendesak (namun masih dalam range aman), tak lupa saya mewanti-wanti mereka untuk membalas e-mail dengan segera. Apa yang terjadi?? Saya baru menerima balasan e-mail pada tgl 23 Agustus 2005!

Tahun ini, kejadian hampir serupa kembali terjadi, namun dalam tingkat yang lebih parah. Saya melakukan kesalahan dalam transfer pembayaran premi (kurang Rp 6,000 karena lupa menghitung biaya materai). Kembali saya mengirim e-mail kepada mereka (dari domain hianoto.net dan Gmail.com) pada tgl 15 Agustus 2006. Namun hingga hari ini (2 September 2006) belum saya terima balasan apapun juga dari mereka; dan barusan saya terpaksa mengirim e-mail ulang untuk mengingatkan kembali. Bayangkan, 19 hari tanpa balasan apapun juga. Dus, janji mereka untuk menjawab e-mail dalam waktu 48 jam patut diragukan.

Selaku perusahaan jasa murni, seharusnya mereka bisa memberikan pelayanan yang jauh lebih baik ketimbang ini. Walau janji mereka cukup sederhana dan tampak mudah dipenuhi, namun ternyata semuanya itu hanyalah kosong belaka. Tidaklah berlebihan rasanya bila saya menganggapnya suatu janji sederhana nan bombastis.