Aneka Mie Porsi Kecil
Pernahkah Anda merasa sedikit lapar di malam hari dan ingin mencari makanan yang tidak berat?? Tentu pernah, bukan?? Nah kali ini kita akan bahas beberapa tempat makan mie yang porsinya kecil, sehingga cocok disantap sebagai supper (di luar Mie Jowo, karena di Semarang penjual Mie Jowo cukup banyak sehingga perlu dibahas tersendiri).
Mie Pangsit – Puri Anjasmoro
Di Puri Anjasmoro blok C, kira-kira sejajar dengan jalan Arteri, ada penjual Mie Pangsit yang rasanya enak. Sebenarnya sudah lama beliau berjualan, kalau tidak salah ingat, mulai sekitar tahun 1990-1991 namun di blok B. Sekarang beliau sudah pensiun dan ditangani oleh keluarganya.
Mie-nya kecil dan kenyal, dengan irisan telur dadar dan daging ayam. Sepintas mirip dengan Mie Hap Kie atau Mie Siang Kie, tapi dalam porsi yang lebih kecil. Banyak orang yang menggemari pangsit goreng di sini. Namun saya punya kegemaran lain, seporsi pangsit rebus namun tanpa kuah, disertai irisan telur dadar, daging ayam, dan sawi hijau. Rasa kulit pangsit rebusnya sungguh lembut di lidah.
Notes:
- Hati-hati, di sini banyak nyamuk berkeliaran dan ganas. Ada baiknya menghindari memakai celana pendek atau rok untuk menghindari gigitan nyamuk.
- Di sini ada sate telur puyuh yang kenyal dan cukup enak; juga ada siomay goreng yang rasanya lumayan juga.
- Pelayanan minum di sini butuh waktu yang lebih lama. Bagi yang terbiasa minum sebelum atau saat makan, ada baiknya membawa minuman sendiri sebagai cadangan bila pesanan minum belum datang juga.
Mie Pak Min – Wotgandul
Di Wotgandul, ada seorang penjual Mie yang sangat terkenal dan ramai. Di sini, mie-nya dilengkapi dengan (maaf, tidak halal) daging babi kecap, bakso sapi, pangsit rebus, dan pangsit goreng. Mie-nya bertekstur kecil dan kenyal. Walaupun pangsit rebusnya masih setingkat di bawah Mie Puri, namun citarasanya tetap enak dan tetap diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan aksesoris (whalah). Oh ya, karena porsinya terbilang cukup kecil, sedangkan antrian seringkali sangat panjang, maka banyak orang yang memesan langsung dua porsi 🙂
Notes:
- Di sini tempat makannya sangat terbuka, hanya di emper sebuah toko. Perabotnya hanyalah kursi bakso dan meja plastik.
- Jangan heran bila mangkuk kuah yang disajikan harus disantap berdua atau bertiga. Bila tidak sreg, tentu saja Anda bisa meminta mangkuk kuah tambahan.
- Bagi yang memiliki perut sensitif, ada baiknya membawa peralatan makan sendiri atau membungkus saja.
Mie Pak Yo – Kapuran
Tidak jauh dari Wotgandul, tepatnya di Kapuran, ada juga penjual Mie yang hampir serupa dengan Mie Pak Min. Hanya saja di sini, mie-nya lebih ‘nyemek‘ (sedikit berkuah kental), pangsitnya lebih tebal dan besar; dan ada bakso goreng yang direbus saat akan disajikan (aneh khan, tapi enak lho).
Notes:
- Di sini, tempatnya relatif lebih nyaman ketimbang Pak Min; sudah berupa warung tenda dan dilengkapi dengan meja dan kursi kayu.
- Berbeda dari Mie Pak Min, saya merasa Mie Pak Yo ini lebih berat (walaupun porsinya sama kecilnya) dan berpotensi menimbulkan perasaan eneg, terutama bila nambah dua porsi. Jadi walaupun Anda masih merasa belum begitu kenyang, ada baiknya tidak kemaruk untuk memesan porsi tambahan.