Naik Gaji
Bulan Januari, April, dan Mei merupakan bulan-bulan yang dinanti kebanyakan kaum pekerja. Kenapa?? Karena pada bulan-bulan itu, banyak perusahaan melakukan evaluasi kinerja dan gaji. Nah kali ini saya ingin diskusi sedikit tentang kenaikan gaji dan hubungannya dengan pengelolaan keuangan pribadi.
Kenaikan gaji cenderung mengakibatkan kenaikan pengeluaran. Hal ini sangatlah logis karena kita mulai memikirkan untuk membeli hal-hal yang bahkan sebelumnya tidak pernah kita bayangkan. Misalnya seorang karyawan (sebut saja Burhan) dengan gaji Rp 1 juta yang digunakannya untuk membayar kontrak rumah, biaya makan dan transportasi, dan sesekali menonton bioskop atau membeli pakaian. Saat Burhan mendapatkan kenaikan gaji sebesar Rp 200 ribu, maka dia mulai berpikir untuk membeli handphone bekas dengan cara menabung selama 3 bulan berturut-turut. Tahun depan, saat memperoleh kenaikan sebesar Rp 300 ribu, maka dia ingin membeli sepeda motor; kali ini dengan cara mengangsur. Kedengarannya cukup familiar bukan?? 🙂
Sekarang, mari kita coba melihat kenaikan gaji dari sisi lain. Bila selama ini kita tetap bisa hidup dengan standar gaji yang lama, kenapa kita tidak mencoba untuk menyimpan selisih gaji baru dengan lama ke rekening tabungan?? Minimal bila kita memang benar-benar membutuhkan dana tambahan, maka upayakan (baca: paksakan) untuk menabung sebagian selisih gaji baru dan lama tersebut. Dengan demikian, kita akan bisa menabung dengan baik dengan tanpa mengurangi kualitas hidup saat ini. Selain itu, kita tetap terlatih untuk senantiasa hidup hemat dan menggunakan uang dengan bijak.
Hal lain yang sering kita temui adalah meng-ijon-kan kenaikan gaji. Maksudnya begini, kita sudah memperkirakan bahwa dua bulan lagi kita akan menerima kenaikan gaji; dari pengalaman yang lalu, gaji naik rata-rata sekitar 15%. Menimbang saat ini gaji yang diterima adalah Rp 1 juta, maka kita memperhitungkan sejak dua bulan mendatang, kita akan memperoleh tambahan dana sebesar Rp 150 ribu. Pertimbangan ini membuat kita berani membeli TV baru dengan cicilan Rp 135 ribu selama sekian bulan ke depan. Perlu saya ingatkan, hal ini sangatlah buruk karena tidak ada seorangpun yang menjamin bahwa kita akan menerima kenaikan gaji Rp 150 ribu dua bulan mendatang.
Marilah kita secara bijak menyikapi penerimaan kenaikan gaji sehingga keuangan kita menjadi lebih baik dan tabungan kita semakin bertambah.