Pameran Telkom Speedy di Semarang
Hari Minggu kemarin saya berkesempatan mengantar keluarga ke Java Mal dan secara kebetulan saya melihat pameran Telkom Speedy disana. Mulanya saya tidak menyadari kalau itu pameran Telkom Speedy karena stand pameran Telkom Speedy malah terletak di ujung, sedangkan stand peserta pendukung pameran malah lebih terlihat dari pintu masuk utama, sehingga lebih terlihat semacam pameran komputer yang jauh lebih kecil dari biasanya!! Fakta #1: Telkom tidak mengalokasikan stand utama di tempat yang eye-catchy dan strategis.
Saya pun mengunjungi stand Telkom untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Sayangnya saat saya bertanya tentang sistem Billing dan hal-hal teknis lainnya, penjaga stand terlihat tidak bisa menangani situasi ini dengan baik. Saya dapat memaklumi bahwa penjaga stand hanya dapat memberikan informasi umum tentang produk ini; namun sebaiknya mereka diperlengkapi dengan etika dan cara menangani pertanyaan teknis dengan baik, misalnya dengan meminta data si penanya untuk follow-up lebih lanjut dari divisi teknis, atau memanggil supervisor atau tim dari divisi teknis (yang mestinya juga stand-by sepanjang pameran berlangsung, bukan?) untuk menjawab pertanyaan teknis ini. Fakta #2: Telkom tidak mempersiapkan penjaga stand-nya untuk menangani pertanyaan teknis/sulit dengan baik.
Penjaga stand mengajak saya untuk melihat sistem Billing lewat Web secara langsung. Saya diajak ke suatu stand lain di pojok dan dia meminta seseorang di sana untuk menunjukkan sistem Billing kepada saya sementara penjaga stand tersebut malah bercakap-cakap dengan orang lain. Setelah bertanya beberapa hal, saya menarik kesimpulan bahwa orang tersebut jelas-jelas tidak menguasai produk. Koq bisa?? Karena saya bertanya apakah saya bisa memperoleh IP Public dengan keanggotaan Telkom Speedy yang Home/Personal, dan beliau menjawab “Tentu saja bisa, itu khan juga jalur telpon umum biasa”. Bah, apa hubungannya “jalur telpon umum biasa” dengan “IP Public”?? Usut punya usut, akhirnya saya baru tahu kalau stand tersebut adalah bukan stand Telkom!! Fakta #3: Telkom tidak mengedukasi penjaga stand untuk mendampingi calon konsumen dengan baik dan malah membiarkannya dilayani oleh penjaga stand mitra Telkom yang malah berpotensi memberikan informasi produk Telkom yang salah.
Saat akan menunjukkan sistem Billing, penjaga stand mitra Telkom ini malah menggeleng-gelengkan kepala. Saya pun melihat layar komputer dan sepintas terlihat komputer melakukan reboot untuk kesekian kalinya. Saya pun tersenyum dan bertanya “Komputernya kena virus yah??” dan dia pun mengiyakan. Bah, koq tidak professional begini?? Selain itu, saya amati beberapa produk modem/router ADSL yang diusung mitra Telkom berpotensi menimbulkan masalah. Saya tulis “berpotensi” karena saya tidak yakin kebenarannya dan belum berkesempatan mencoba/memeriksanya secara langsung. Misalnya di brosur, tertulis produk seharga kurang dari 600 ribu rupiah tersebut dilengkapi dengan fitur Web Filtering, AntiVirus scanning dan fitur-fitur Advanced Security lainnya; namun saya lihat di buku manualnya tidak ada penjelasan lebih rinci bagaimana mengatur konfigurasi tersebut (bisa jadi brosur tersebut ‘over-promoting‘ atau bisa jadi pula fitur tersebut memang disediakan di produk murah-meriah ini. Namun bila memang tersedia dan tidak dijelaskan dengan rinci, bagaimana konsumen rumahan bisa memanfaatkannya dengan baik??). Fakta #4: Telkom seharusnya menyaring kualitas mitra kerja dan produk-produk yang dipromosikan karena berpotensi menimbulkan masalah di kemudian hari dan malah berakibat turunnya citra Telkom Speedy di kalangan masyarakat.
Karena waktu yang terbatas, akhirnya saya pun meninggalkan area pameran dengan segudang pertanyaan di hati dan harapan bahwa Telkom dapat melakukan perbaikan di event-event selanjutnya.