Restoran Holiday, Pandanaran
Semalam kami bertiga (Elly, Brian, dan saya) berkesempatan mencoba makan malam di restoran Holiday – Jalan Pandanaran – yang tergolong masih cukup baru dibuka. Parkirnya cukup luas, namun tetap saja dipenuhi mobil para pengunjung. Saat masuk, whoa, sang mbak receptionist yang manis meminta kami untuk duduk menunggu meja kosong. Waduh, jam 9 malam harus ngantri meja kosong?? Benar-benar bisnis yang menggiurkan!! Beruntung kami tidak harus menunggu lama, selang 5 menit kemudian kami dipersilakan ke meja kami yang terletak di lantai 2.
Kami diberi dua buah buku menu yang terlihat cukup mewah, kertasnya tebal, dengan tulisan menu dan foto full color berbagai masakan. Sayang sekali ada satu hal yang kurang jelas, di sebelah kolom harga tertulis “/s”, “/e”, dan “/c”. Wah koq kayak parameter command-line yang cryptic aja yah?? Usut punya usut, saya menduga “/s” itu berarti per-porsi Small dan “/e” itu berarti per-ekor. Sayangnya saya tidak punya ide apakah arti “/c” itu; mau bertanya kepada pelayan agak malas.
Akhirnya malam itu kami memesan Sup Bibir Ikan, Sup Asparagus dan Telur Kepiting, Bubur Kodok ala Kwangtung, Siomay, Brokoli Saus Hongkong, Chinese Tea, dan Guiling Gao sebagai dessert.
Pertama dihidangkan adalah Chinese Tea, rasanya cukup lumayan; hanya saja saya tidak tahu jenis persisnya. Tidak lama kemudian, Sup Bibir Ikan dan Sup Asparagus Telur Kepiting pun dihidangkan. Kedua sup tersebut terasa cukup enak, asparagus-nya cukup banyak dan serpihan telur kepiting kemerah-merahan pun mewarnai mangkuk sup tersebut. Siomay-nya cukup lumayan enak, terutama isinya, hanya sayang kulitnya sudah agak keras. Brokoli Saus Hongkong terasa cukup istimewa; walaupun tanpa disertai daging apapun. Hanya saja, menurut Elly, Brokoli Saus Hongkong ini membuat dia agak eneg; tapi saya pikir cukup enak juga. Akhirnya Bubur Kodok pun dihidangkan panas-panas (bahkan masih bergejolak di mangkok bubur, saking panasnya). Bubur ini terasa sangat halus, cukup istimewa. Kodoknya lembut dan jahe tidaklah menyengat. Saya pun membubuhkan kecap asin pendamping dan kacang goreng. Hmm, enakkk..
Secara keseluruhan saya nilai makanannya cukup lumayan enak, harganya tidaklah terlalu mahal, serta pelayanannya cukup baik dan sopan. Sayangnya saat membereskan meja kami setelah makanan utama dihabiskan, pelayan tidak membereskannya secara tuntas dan masih ada beberapa peralatan makan yang belum diambil. Kami memang belum beranjak dari meja karena masih menunggu pesanan Guiling Gao, yang ternyata tidak juga dihidangkan. Usut punya usut, ternyata mereka lupa akan pesanan tersebut, sehingga kami pun memutuskan untuk membungkusnya saja (sudah lebih dari jam 10 malam). Saya pikir koordinasi pesanan dan aktivitas persiapan meja lain perlu diperbaiki, agar kelalaian menyajikan pesanan dan kegaduhan karena persiapan meja tidak terjadi lagi.