Skip to content

Archive · 2005 · July

Narasumber Asal

Sem(b)arangan

Semalam kebetulan saya menonton suatu acara berita di TV nasional dan salah satu topiknya adalah kelangkaan BBM di tanah air. Diberitakan pada suatu kota di Sumatera (saya lupa tepatnya) beberapa pengendara saking desperate-nya, beralih menggunakan Pertamax yang jauh lebih mahal. Sebagai penutup topik tersebut, diberitakan bahwa penggunaan Pertamax sebagai pengganti Premium secara teknis adalah boleh-boleh saja, dan berikut adalah hasil wawancara dengan seorang narasumber teknis; lalu kamera disorotkan ke suatu bengkel sederhana dan seorang teknisi separuh baya yang sedang melakukan perbaikan mobil. Berikutnya, teknisi tersebut diwawancarai dengan pertanyaan “Bagaimana pendapat Bapak tentang penggunaan Pertamax sebagai pengganti Premium ??” dan beliau pun menjawab “Tidak apa-apa” dan sejumlah komentar lain yang tidak begitu saya perhatikan saat itu.

Yang saya bingungkan adalah mengapa pemberitaan televisi nasional menggunakan seorang narasumber yang tidak jelas kredibilitasnya (walaupun mungkin di daerah tempatnya, beliau merupakan seorang teknisi ahli misalnya) ?? Bukankah lebih baik menanyakannya kepada orang lain dengan kredibilitas yang lebih jelas, misalnya Kepala Bengkel dari suatu perusahaan otomotif nasional yang terkemuka ??

Hal ini tidak ubahnya menanyakan suatu hal teknis tentang Information Technology kepada seseorang (sebut saja Paimin) yang merupakan guru komputer di suatu lembaga pendidikan komputer terkemuka di suatu daerah, misalnya. Tentu saja lebih kredibel bagi masyarakat umum *) bila menanyakannya kepada Roy Suryo yang merupakan icon pakar TI dan Multimedia di Indonesia (walaupun mungkin memang ada beberapa pendapatnya yang dipertanyakan), mengingat pemberitaan tersebut disiarkan di TV nasional; lain halnya bila ditayangkan di TV lokal misalnya .

*) Ditambahkan pada tgl 7 July 2005