BookCrossing
Wah saya barusan ketemu suatu konsep baru dalam sharing buku bacaan. Umumnya yang di-share adalah buku elektronik (eBooks) dengan pertimbangan mudah diduplikasi dan si empunya tidak mengalami kerugian/kehilangan buku kesayangannya. Namun konsep baru yang ditawarkan oleh BookCrossing.com adalah benar-benar unik dan lain dari kaidah normal.
BookCrossing merupakan kegiatan meninggalkan buku di tempat umum untuk diambil dan dibaca oleh orang lain, yang lalu melakukan hal yang serupa. Tujuan akhir mereka adalah membuat seluruh dunia menjadi perpustakaan.
Ada tiga langkah dalam proses BookCrossing:
- Membaca buku yang bagus
- Mendaftarkan buku tersebut di BookCrossing.com, mendapatkan BCID (BookCrossing ID number) yang unique , lalu membubuhkan label sebagai tanda pada buku tersebut
- Melepaskan buku ini untuk orang lain (dengan memberikannya kepada seorang teman, meninggalkannya di bangku parkir, mendonasikannya, “melupakannya” di kedai kopi, dll), dan mendapatkan notifikasi lewat e-mail tiap kali seseorang berkunjung ke situs itu dan mencatat jurnal untuk buku tersebut. Dan bila Anda membuat Release Notes untuk buku tersebut, orang lain akan bisa berburu dan mencoba menemukannya.
Sungguh suatu konsep yang bagus dan mengingatkan saya akan suatu film/novell berjudul “Pay It Forward”, dimana seseorang akan berbuat suatu kebajikan pada orang lain dan sebagai imbalannya, meminta orang yang ditolong untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain. Ini bakalan menjadi semacam virus yang mewabah dan saya pikir dunia akan menjadi semakin indah.
Hmmm, namun mengingat Internet masih merupakan suatu hal yang mewah di Indonesia dan tidak sesuai dengan proporsional jumlah penduduk, bisa jadi konsep BookCrossing akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mewabah di Indonesia. Anyway, mungkin ini saat yang bagus untuk memilih buku-buku mana yang akan disumbangkan untuk proses BookCrossing 🙂
Happy BookCrossing !!