Analogi Nasi Goreng
Tentu saja bakalan banyak yang bertanya-tanya, koq Nasi Goreng dianalogikan ?? Apalagi masuk di category Dunia Kerja lagi, koq bukan di Ngiras ?? Ada apa dengan Nasi Goreng ?? 🙂
Seringkali dalam mengerjakan sesuatu hal dan menjumpai sekian permasalahan, kita menjadi mandeg bagaikan menemui jalan buntu. Tentu saja bakalan ada segudang masalah yang menghadang. Namun saya ingin bertanya “Apa yang paling penting dalam pembuatan Nasi Goreng ??”. Ada yang bilang kompor, wajan, minyak goreng, bumbu dapur, dll. Namun saya punya jawaban yang cukup simple, “NASI”. Coba bayangkan, apa jadinya Nasi Goreng tanpa Nasi ?? Tentu tidak bisa disebut Nasi Goreng bukan ?? 🙂
Nah maksud saya adalah saat menjumpai sekian banyak permasalahan yang sulit dalam menyelesaikan suatu projek, uraikanlah komponen-komponen dan pilah-pilah mana komponen yang bersifat:
- Essential: komponen yang paling utama; tanpa ini, projek tidak akan bisa dilaksanakan. Dalam analogi nasi goreng, ini bisa dimisalkan nasi, sumber api (wheleh, kayak Winnetou aja :-)), dan alat memasak
- Penting: komponen yang penting; tanpa ini, projek tidak bisa dilaksanakan dengan baik/sempurna. Misalnya minyak goreng, bumbu masak utama (kecap dan garam)
- Optional: komponen yang tidak harus ada dan hanya berfungsi sebagai pelengkap. Misalnya telur, daging, tomat, daun selada, acar, dll
Note: Pemilihan komponen dalam analogi Nasi Goreng tentu saja dapat diperdebatkan, apalagi saya bukan seperti Mao dalam komik Cooking Master Boy yang begitu ahli memasak. Tolong juga pahami bahwa pembagian komponen seperti ini hanyalah rekaan saya saja dan mungkin tidak ditemui dalam teori manajemen manapun juga, jadi mohon maaf bila kurang sesuai dengan konsep yang Anda anut. At least this is what I think :-D.