Prabayar vs Paska-Bayar
Indonesia ini memang merupakan negeri penuh fenomena yang diluar dugaan, mirip seperti Negeri Sketsa yang disiarkan oleh radio SmartFM. Fenomena aneh yang saya tangkap adalah pergeseran minat perusahaan operator selular kepada pelanggan Prabayar; suatu hal yang sungguh kontradiktif dengan kondisi umum, dimana pelanggan Paska-Bayar merupakan pelanggan yang sangat diperhatikan. Coba perhatikan, ada segudang fitur dan bonus yang menanti bagi para pelanggan Prabayar di Indonesia, mulai dari Bebas Roaming, Bonus Pulsa, SMS Gratis, SMS Murah, sampai ke bonus-bonus lain yang sungguh unbelievable. Sungguh paradigma sudah berubah 180 derajat.
Pelanggan Paska-Bayar sangat di-anak-tiri-kan disini, padahal mereka harus membayar biaya abonemen yang tidak murah, terkena biaya Roaming bila berada diluar daerah, tidak ada bonus pulsa maupun SMS, dan bahkan untuk menjadi pelanggan Paska-Bayar-pun mereka harus di-survey dengan sedemikian ketatnya.
Note: kondisi diatas memang tidak berlaku untuk operator tertentu atau tipe berlangganan tertentu; tapi secara umum, demikianlah gambarannya.
Sungguh mengenaskan bukan ??
Padahal kalau mereka klaim punya sekian juta pelanggan Prabayar, bisa saja itu tidak melambangkan jumlah pengguna yang benar karena banyak orang melakukan strategi “kutu loncat”, tidak enggan-enggan berpindah ke operator tertentu untuk menikmati suatu fasilitas tertentu. Saya bahkan mengetahui ada beberapa rekan saya yang punya handphone namun tanpa nomor yang tetap, karena mereka tidak pernah mengisi pulsa dan hanya membeli paket perdana saja. Gila apa ndak tuh ??
Memang saya sadari bahwa operator selular sangat menikmati keuntungan dari pelanggan Prabayar, karena mendapat uang pembayaran pulsa di depan, selain itu ada kemungkinan mendapat untung lain karena adanya sisa pulsa yang hangus. Tapi mbok jangan mengorbankan pelanggan Paska-Bayar dong :-(.
Saya dan keluarga terbiasa menggunakan account Paska-Bayar. Seringkali saya merasa jengkel sekali setiap kali melihat iklan di surat kabar atau TV yang menggembar-gemborkan keuntungan menjadi pelanggan Prabayar ini dan itu :-(.
Akankah hal ini terus terjadi ?? Indonesia menjadi negara dengan jumlah pengguna selular terbesar namun dengan tingkat konsumsi pulsa yang rendah karena sekian banyak pelanggan “kutu loncat” dengan layanan Prabayar-nya ?? Well, kita lihat saja lima tahun mendatang.