Skip to content

Archive · 2004 · December

Tolong !! Tolong !!

Sem(b)arangan

Kebetulan hari Minggu kemarin, ada rekan IT yang bercerita kepada saya tentang suatu acara TV yang berjudul “Tolong !!”. Merasa sangat tertarik, lalu saya luangkan waktu untuk menonton acara tersebut (Minggu dan Senin sore kemarin).

Sungguh luar biasa, saya pikir acara tersebut sangat bagus sekali, dimana:

  • Ada nona cantik dan orang tua (kakek/nenek, mungkin bisa kombinasi lain; maklum saya baru nonton 2x) meminta tolong kepada orang-orang (menjilat amplop karena lem habis ataupun menjahit baju yang sobek tapi secara gratis). Disini kita disadarkan bahwa kebanyakan orang akan dengan sukarela membantu sang nona cantik (mungkin ada udang dibalik rempeyek :-)), dan menolak untuk membantu kaum papa yang tidak menarik (jelas-jelas karena ndak ada udangnya koq :-D)
  • Ada anak kecil (ini juga mungkin bisa lain-lain, tapi dari 2x acara, saya lihat koq kebetulan anak kecil terus) yang meminta belas kasihan kepada orang-orang (rotinya terjatuh ke tanah ataupun tidak punya baju untuk merayakan Lebaran). Sungguh hebat, disana saya melihat ada orang-orang yang memberi dari ketidakpunyaannya.
    • Ada seorang penjual roti keliling yang mempunyai keterbatasan pada kakinya, sehingga menjual roti dengan becak khusus yang dikayuh dengan tangan (kebetulan karena terjadi di Semarang, saya telah beberapa kali melihat atau berpapasan dengan orang tersebut), dia bisa memberi dari kekurangannya, dengan rela hati dia memberikan sebuah roti kepada anak kecil tadi untuk menggantikan roti yang kotor dan tidak bisa dimakan itu. Bahkan beliau ternyata merupakan salah satu penyumbang pembangunan mesjid yang sangat setia, dan sehari-harinya tidur di mesjid itu untuk bisa beribadah dan menyerahkan diri kepada Tuhan secara setia dan total. Sungguh luar biasa.
    • Ada seorang penjual baju bekas, yang dengan sukacita memberikan satu kaos yang semestinya cukup berarti bagi beliau, walaupun sang anak kecil menawarkan untuk menukarnya dengan bajunya yang lain, tapi beliau tidak bersedia menerimanya.

Disini saya tersentak, tercekat, dan terharu… suara saya bergetar saat bercerita tentang acara TV ini kepada istri saya.

Ya Tuhan, mampukan hambaMu untuk memberikan pertolongan kepada sesama manusia ditengah-tengah ketidakpercayaan, kekacauan, dan kesulitan dunia ini. Bimbinglah hambaMu untuk bisa berlapang hati melakukan ini dengan sukacita dariMu. Amin.