Skip to content

Archive · 2004 · November

Mie Pangsit – Chandra, Pekojan

Ngiras

Karena kemarin saya bercerita tentang Lunpia Gang Lombok, maka saya juga ingin menceritakan suatu Rumah Makan yang terletak di dekat sana; tepatnya di Jl Pekojan sebelum perempatan/jembatan Petudungan, Gang Pinggir, dan Gang Lombok; nama rumah makannya adalah Chandra, yang dinamai sesuai dengan nama pendirinya (saat ini sudah meninggal) dan usaha ini diteruskan oleh keluarganya namun seringnya ditunggui oleh para pegawainya saja.

Salah satu menu favorit saya adalah Mie Pangsit Basah; dimana mie-nya sangat kenyal, tipis, dan kecil-kecil, disajikan dengan potongan daun bawang dan sawi hijau; serta didampingi dengan rebusan pangsit dalam semangkuk kuah segar. Hmm, enak sekali, apalagi ditambahkan bubuk merica yang cukup banyak, sungguh segar.

Menu favorit lain adalah Siomay Basah, dimana satu porsi berisi dua buah Siomay; namun bila Anda merasa terlalu banyak, Anda juga bisa memesan satu buah Siomay saja. Mie Goreng juga banyak digemari orang, termasuk ayah saya. Selain itu, Nasi Goreng dan Nasi Capjay merupakan menu yang layak dicoba. Terus terang, kebanyakan menu mereka cukup enak tapi porsinya cukup besar, jadi usahakan untuk mengontrol jumlah pesanan Anda agar tidak terlalu berlebih.

Ada satu hal yang ingin saya ingatkan, pesanlah Teh Manis atau Es Teh Manis. Lho koq aneh yah ?? Teh mereka dibuat dari teh yang disimpan beberapa lama, sehingga berasa dan beraroma sangat khas; namun terus terang saat ini teh tersebut sudah menurun kualitasnya (namun masih tetap enak lho) bila dibandingkan pada tahun 80-an (nah saat itu benar-benar spesial)..

Bila Anda beruntung, terkadang ada penjual “Gule”, “Wedang Tahu” dan “Lekker Pisang” yang nangkring didepan Rumah Makan, have a try, rasanya cukup enak.

Selamat mencoba…