Skip to content

Archive · 2004 · November

Kesalahan Perusahaan dalam Melakukan Interview

Dunia Kerja

Saya merasakan ada sekian banyak kesalahan yang dilakukan banyak perusahaan dalam melakukan interview yang mengakibatkan menurunnya reputasi perusahaan dalam dunia perekrutan karyawan, dan juga berkurangnya jumlah kandidat yang handal dan professional yang mengajukan lamaran ke perusahaan tersebut.

Saya ingin menggarisbawahi bahwa dalam suatu interview pekerjaan, perusahaan-lah yang menentukan kualitas interview, bukan sang pelamar !! Bingung ?? Terpana ?? Mari kita lihat kenyataan-kenyataan berikut.

Jadwal interview ditentukan oleh Perusahaan, bukan Pelamar, karenanya perusahaan bertanggungjawab untuk menyelenggarakan interview dalam kerangka waktu yang telah ditentukan sebaik mungkin, sehingga tidak membuang waktu pelamar secara sia-sia. Namun ironis, terlalu sering kita melihat banyak pelamar ditelantarkan di ruang tunggu, menanti penuh harap giliran dia diwawancara :-(. Setelah menanti dengan sia-sia sekian lama, jangan kaget kalau pelamar tersebut menjadi tidak sreg dan menjalani interview dengan seadanya saja.

Menganggap interview adalah hal yang sepele dan remeh, juga menganggap diri kita lebih penting daripada sang kandidat. Saya lihat banyak orang yang melakukan interview dengan serampangan, tanpa persiapan sama sekali. Ini salah !! Bila perusahaan tersebut menganggap bahwa human resource merupakan assets perusahaan yang sangat penting, maka sudah sepatutnyalah interview menjadi kunci keberhasilan perekrutan karyawan; interview hanya bisa berhasil bila dilaksanakan dengan persiapan yang matang. Juga banyak orang yang memandang diri sendiri jauh lebih penting ketimbang sang kandidat, hal ini mengakibatkan interview berjalan tidak seimbang, bagaikan interogasi aparat hukum kepada seorang terdakwa saja. Ingat, interview adalah suatu negosiasi bisnis dengan posisi bargaining yang seimbang pula; Anda bisa menolak seorang kandidat, dan kandidat tersebut juga bisa menolak tawaran Anda.

Meminta orang yang salah untuk melakukan interview pertama. Saya termasuk salah satu orang yang mendukung bahwa interview pertama harus dilakukan oleh hiring manager (manager di department dimana kandidat tersebut akan ditempatkan), jadi semua kandidat akan diwawancarai langsung oleh calon atasannya. Kenapa ?? Karena interview pertama adalah interview yang paling penting, menentukan impresi bagi keduabelah pihak; bukan untuk dievaluasi dari sisi HRD. Setelah semuanya cocok, barulah HRD masuk untuk melakukan screening mengenai kepribadian dan lain-lain. Apakah Anda akan menerima kandidat dengan kepribadian baik namun tidak mampu mengerjakan tugas teknis sesuai kebutuhan Anda ?? Tentu tidak bukan ?? Jadi nampak jelas, bahwa screening awal seharusnya dilakukan oleh hiring manager.

Sebenarnya masih ada banyak hal lain yang ingin saya tulis, tapi saya rasa untuk blog hari ini cukup sekian dulu.. Ingin saya ingatkan, bila suatu interview dilakukan dengan serampangan dan mengecewakan sang kandidat, jangan kaget bila suatu waktu kandidat tersebut bercerita pengalaman yang tidak mengenakkan ini kepada teman-teman sesama alumni atau teman-teman se-profesi (bahkan ke asosiasi profesi mungkin). Hal ini berakibat sangat buruk kepada perusahaan, oleh karenanya lakukan interview dengan sebaik-baiknya.