Skip to content

Archive · 2004 · October

Bangsa ini Harus Belajar Kedisiplinan (4)

Sem(b)arangan

Ada joke yang mengatakan bahwa di Indonesia, lampu kuning di traffic light bukan diartikan “Hati-hati, siap-siap untuk berhenti karena lampu merah”, namun malah diartikan “Ayo ngebut cepat, nanti berhenti karena lampu merah lho” :-(. Sayangnya ini bukan sekedar joke, namun sering terjadi dalam realita kehidupan sehari-hari.

Disamping itu, kebanyakan pengemudi kendaraan bermotor di Indonesia adalah pembalap amatiran, yang siap memacu kendaraannya begitu lampu hijau di traffic light menyala. Tidak jarang mereka melaju tanpa harus menunggu lampu hijau menyala, namun berdasarkan pengamatan mereka bahwa lampu merah di traffic light ruas jalan lain telah menyala dan inilah saatnya giliran traffic light di tempat mereka menjadi hijau.

Kombinasi dari kedua ini sangatlah menyeramkan; bayangkan ada sekian mobil/motor dipacu karena lampu kuning atau bahkan lampu merah baru saja menyala, sedangkan kendaraan lain sudah dipacu juga karena lampu hijau baru saja menyala atau pengemudinya mengira giliran lampu hijau mereka sudah tiba saatnya. Tidaklah mengherankan kalau sering kita baca berita di suratkabar yang menyatakan bahwa kecelakaan ini, kecelakaan itu, berakibat ada korban tewas, luka berat, etc; dan penyebabnya adalah pelanggaran traffic light.

Mari kita taati traffic light dengan sadar, tanpa harus melihat apakah ada pengawasan polisi disekitar traffic light atau tidak. Keselamatan jauh lebih penting daripada waktu. Adalah lebih baik terlambat 5 menit daripada mengalami kecelakaan di jalan; yang lebih baik tentunya adalah berangkat lebih awal untuk menghindari keterlambatan, daripada harus berangkat pas waktu namun harus mengebut di jalan, bahkan melanggar traffic light misalnya.