4DX Disiplin #4 Menciptakan Irama Accountability
4DX Disiplin #4: Menciptakan Irama Accountability
November 15, 2016
Happy New Year 2016
Happy New Year 2017
January 1, 2017
Show all

Review dan Implementasi 4DX (4 Disciplines of Execution)

Belajar 4DX - The 4 Disciplines of Execution
Execution is a specific set of behaviors and techniques that companies need to master in order to have competitive advantage. It’s a discipline of its own.

Ram Charan and Larry Bossidy, Execution


4 Disciplines of Execution jelas merupakan suatu strategi yang sungguh keren untuk mengeksekusi suatu rencana menjadi hasil nyata. Setelah membaca ke empat artikel yang lalu, mari kita review ulang satu-per-satu agar menjadi semakin mengerti.

 

Pertama, kita harus mengerti benar goal apa yang kita inginkan. Goal tersebut haruslah yang benar-benar penting. Uji goal tersebut dengan bertanya kepada diri sendiri, bila goal ini gagal dicapai, apa yang terjadi dan seberapa besar impact-nya? Bila ternyata impact-nya ternyata biasa-biasa saja, maka artinya goal tersebut belum benar-benar penting. Lakukan pengujian terus menerus, hingga kita mendapatkan goal yang luar biasa penting tersebut, atau yang disebut dengan Wildly Important Goal (WIG).

Perjelas WIG tadi dengan menggunakan format “From X To Y By When“, sehingga nyata jelas posisi kita sekarang di mana (X), target pencapaian (Y), dan tenggat waktu kapan Y akan kita capai (When). Gunakan penilaian yang kuantitatif, sehingga kita bisa tahu cara mengukurnya secara standard dan objective, serta apakah kita sudah mencapai tujuan tersebut atau belum.

Pastikan kita hanya memiliki 1-2 WIG saja, mengingat prinsip The Law of Diminishing Return yang pada intinya mengingatkan bahwa semakin banyak goal yang kita kejar, semakin sedikit pula hasil yang kita capai.

 

Kedua, kita harus fokus pada Lead Measures, bukannya Lag Measures.

Selama ini, kebanyakan orang (termasuk saya) lebih tertarik fokus pada Lag Measures, yaitu pengukuran hasil yang dikejar. Padahal pengukuran ini jelas-jelas memiliki kelemahan besar, yaitu mengukur hasil masa lalu alias kasep (bahasa Jawa) atau sudah terlanjur.

Jadi, alih-alih menggunakan Lag Measures, kita harus fokus ke Lead Measures yaitu upaya apa saja yang harus dilakukan untuk dapat mencapai hasil yang kita inginkan. Terlihat di sini bahwa Lead Measures bersifat terprediksi dan dapat dipengaruhi.

 

Ketiga, setelah memiliki WIG yang sangat jelas dan Lead Measures untuk mencapai WIG, tiba saatnya kita menggunakan Scoreboard yang memotivasi semua anggota team.

Pastikan Scoreboard kita sederhana, mudah dilihat dan dimengerti, sebaiknya menunjukkan Lead dan Lag Measures, dan semua anggota team memiliki rasa memiliki atas WIG dan Scoreboard tersebut.

 

Keempat, pada tahap ini semuanya sudah lengkap, tinggal masalah menciptakan irama Akuntabilitas saja, artinya memastikan setiap anggota team berkomitmen melakukan dan menyelesaikan tugasnya masing-masing dengan baik (accountable), sehingga tatkala seluruh Lead Measures tercapai, kita harapkan WIG bakal tercapai pula sesuai tenggat waktu yang ditetapkan.

Agar tidak menjadi penghakiman dan pengadilan, maka tahap ini menggunakan WIG session, di mana masing-masing anggota team melaporkan hasil komitmen minggu sebelumnya, berikut dengan pencapaiannya; lalu me-review scoreboard yang ada, dan diakhiri dengan pendeklarasian komitmen untuk minggu berikutnya.

 

 

Kita telah membahas dan mempelajari 4DX dalam waktu 5 hari berturut-turut. Anda telah memiliki pengetahuan yang lebih dari cukup untuk memulai implementasi 4DX di lingkungan Anda.

Pertanyaan terpenting selanjutnya, kapan Anda akan mulai mengimplementasikan 4DX?

Tuliskan pertanyaan-pertanyaan Anda sehubungan dengan implementasi 4DX pada isian komentar di bawah ini dan kita saling belajar atas pertanyaan Anda. Juga bagi yang sukses mengimplementasikan, mohon kirimkan pengalaman sukses Anda terkait project 4DX melalui halaman Contact (catatan: bilamana ada yang confidential, silakan menulis apa yang bisa di-share secara umum saja).

Terimakasih atas partisipasi aktif Anda semua.

Comments

comments

Hianoto
Hianoto
Seorang pembelajar alami yang begitu mencintai dunia IT dan memutuskan untuk memperlengkapinya juga dengan kemampuan Leadership, Management, Coaching, dan Communication. Perkenankan dia memperkaya khasanah pemikiran Anda dengan berbagai artikel dan ulasan menarik di web Hianoto.net.